Koreksi Diri Dulu, Baru Boleh Koreksi Orang Lain!!!


Kejadiannya tadi siang nich (5/6/11), waktu itu saya sedang ngopi di warkop langganan. Tiba-tiba ada dua orang pengendara sepeda yang ngebut (kebetulan jalan depan warkop adalah jalan buntu), sontak menarik perhatian seisi warung. Pengunjung warkop berlarian keluar, di kejauhan terlihat seorang anggota TNI sedang (jika melihat gerakan tubuh) memarahi pengendara lainnya (2 orang pemuda).

Gerakan-gerakan yang di buat oleh anggota TNI tersebut, menyiratkan kemarahan yang luar biasa.

Mengetahui pengendara yang ngebut adalah anggota TNI, kami pun masuk kembali. Kurang dari lima menit kemudian, terlihat anggota TNI itu pergi menuju koramil setempat. Kami pun semakin bertanya-tanya. Apalagi setelah kami tahu bahwa pemuda yang di marahi oleh anggota TNI itu, masih tetangga.

Hmmm… ada apa gerangan???!

Tiba-tiba, anggota TNI tersebut, juga mengunjungi warkop. Sontak kami pun bertanya. anggota TNI itu pun bercerita bahwa pemuda tadi hampir menyerempet anggota TNI. TKP nya berada di depan kantor Koramil. Anggota TNI tersebut akan berbelok menuju kantor Koramil. Posisi dia sudah melebihi garis putih. Tiba-tiba dari ada pengendara lain yang menyalip dari sebelah kanan. Whattt!!!! bisa di bayangkan kan, posisi akan berbelok, tiba-tiba ada yang menyalip dari arah kanan!!!!

Refleks, sang anggota TNI ngerem mendadak, kemudian langsung tancap gas mengejar si pengendara lain. Menurut penuturan dia (anggota TNI), pemuda tersebut hampir di pukul, untungnya di kenal dengan dua orang pemuda itu (boncengan).

Kami mendengarkan dengan serius cerita dari beliau. Tiba-tiba ada yang pengunjung yang bertanya:

Pengunjung : ‘pak, apa sampean menyalakan sein???’

Anggota TNI : ‘Tidak!!! kebetulan lampu sein motor saya mati!’… ‘ lagian kan semua orang tau kalo tentara pasti akan berbelok ke kantor koramil!’

Whattttttttt….!!!!!!!!

Saya pun kaget!!!

Batinku langsung bergumam ‘nich tentara gimana sich, udah ga’ meyalakan sein eehh orang lain yang disalahkan!!?’. Memang benar, langkah beliau untuk memarahi si pemuda, tapi kan dia juga dalam posisi yang salah (menurut UU). Harusnya dia lebih bijak lagi dan tidak langsung emosi.

Kalau kata orang jawa adalah teposeliro. Tepo=tepak; seliro=awak. Kita harus tahu diri dulu, apakah kita sudah benar? apakah kita sudah sesuai aturan?. Jika kita dalam posisi benar, barulah kita boleh menasehati orang lain.

What about you???!

*Tulisan ini, tidak bermaksud untuk mendiskreditkan siapapun juga, dan yang saya soroti adalah perilaku bukan penguunaan seragam TNI atau apapun juga.

Iklan

16 Responses to Koreksi Diri Dulu, Baru Boleh Koreksi Orang Lain!!!

  1. karis berkata:

    Trus si TNI itu dikasih tau ga kang sama org2 warung kalau dia juga salah ga ngidupin sein? hahaha….btw, koramil mana nih?
    http://karisnsz.wordpress.com/2011/06/05/sym-shark-125-mantabs-nih/

    Suka

  2. gogo berkata:

    nah ini masih abu”, mungkin pemuda dah terlanjur nyalip kanan gak sempet nyalip kiri, mungkn solusinya depan koramil dikasih polisi tidur yg banyak biar pad pelan..

    Suka

  3. hahaha…. seperti baca cerita fiksi ketoprak…. 😀

    Suka

  4. Hadya_HKM berkata:

    wih… Untung tak terjadi kecelakaan…
    Kalo pengalaman saya sih udah nyalain sein tetap aja dipotong dari kanan…, hedeh.. Untung sempat liat di spion…, biasa oknum anak smp dengan matic, hehe…

    Suka

  5. Maskur berkata:

    Benar sekali

    Suka

  6. agungsevi berkata:

    astafiruloh… ko ya da yang kayak gini??? semoga semua orang pada tahu!!

    Suka

  7. adecahyapurnama berkata:

    tetep aja tu orang (seragam TNI) yang salah, yang nyalip jelas gak salah, wong bener nyalip harus dari kanan kok..

    Suka

  8. […] cerita kang_ulid tentang seorang anggota TNI yang belok tanpa menghidupkan sein sehingga nyaris ditabrak pengendara […]

    Suka

  9. zaqlutv berkata:

    yang ngga pake seragam tentara aja bisa lebih marah kalo mengalami hal yang dialami anggota TNI tersebut..
    kenapa?
    lebih mudah melihat kesalahan orang lain dari pada kesalahan yang ada di dirinya sendiri.. 😉

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: