Dimana Bumi Dipijak, Disana langit Dijunjung


Akhir minggu kemarin (25-26 juni 2011), di surabaya ada acara autoblack through. Kebetulan DBMC Situbondo berencana untuk menghadiri acara tersebut. Setelah kontak temen-temen, akhirnya saya putuskan untukhadir juga. Kebetulan posisi saya ada di malang.

Temen-temen berangkat dari situbondo sekitar jam 16.00. Dua jam kemudian, 18.00 WIB, saya pun berangkat dari Malang menuju surabaya. Meet point adalah di acara autoblack through yaitu di gedung gramedia expo.

Saya tiba di surabaya jam 8 malam. Kemudian menghubungi teman-teman dari Situbondo, eh…. ternyata mereka masih makan di gempol. Akhirnya saya menghubungi sepupu, minta di jemput, kemudian pergi ke kost-an dia.

Temen-temen dari situbondo, baru sampai di Surabaya jam 21.00.

Rupanya ada perubahan rencana, yang seyogyanya langsung menghadiri acara autoblack through, dirubah bertemu di tempat kopdar anak BMC Surabaya.

Nah… dari sinilah masalah kecil muncul yaitu kita akan bermalam dimana????

Bos Edo, sebagai tetua BMC Surabaya mengusahakan penginapan untuk kami. Penginapan gratis loh, he he he….

Setelah ngopi di daerah waru (deket Bandara Juanda). Kami langsung meluncur ke penginapan, dan ternyata tempatnya di Sidoarjo.Kami janjian dengan pemilik rumah, di alun-alun sidoarjo. Sekitar setengah jam kemudian, sang empunya rumah datang.

Alhamdulillah…. akhirnya datang juga….

Rupanya rumah yang kami tuju berada di dala kompleks perumahan. Rombongan kami di cegat satpam. Kemudian satpam meminta kami menyerahkankartu¬† identitas diri (KTP atau SIM). Entah apa maksudnya, mungkin karena kami terlalu pagi berkunjung ke kompleks perumahan itu. Setelah kami menyerahkan kartu identitas diri, kami diperbolehkan masuk kompleks perumahan, namun kami harus mendorong motor sampai ke rumah tujuan. Duh…. mana box-ku penuh lagi… udah ngantuk eh di suruh dorong motor lumayan jauh.

Yup, tepat pukul 2.30 pagi, kami sampai di penginapan. Stelah memasukkan motor ke garasi rumah, kami langsung bergegas tidur. Zzzzzzz…. suaranya nyanyian tidur itupun nyaring terdengar. Dan apesnya, saya tidak bisa tidur sampai pagi, karena eh karena banyak nyamuk dan (bisa dibilang) tidak kebagian tempat tidur. Huh menyebalkan!!!!!

Sekitar jam 8. saya bangun (dari tiduran loh bukan dari tidur). Cuci muka+sikat gigi (jangan ditiru), saya pun keluar rumah untuk mencari udara segar. Di kejauhan tampak beberapa masyarakat, berjalan ke arah rumah kami. ‘Hmmm… mungkin mereka habis jalan-jalan, kan sekarang hari minggu’ gumamku.

Ternyata eh ternyata….

Mereka benar-benar pergi ke rumah yang kami tempati. Mereka langsung menanyakan tuan rumah (Bro Prima). Saya pun mencari pemilik rumah, rupanya dia sedang keluar untuk membeli makan. Berhubung dia tidak ada, saya pun membangunkan Bos Edo. Kemudian dia dia yang melayani segala pertanyaan dari warga.

Rupanya pak RT dan Pak RW pun datang. Gerebekan nich ceritanya. Mungkin kami dikira sedang ‘pesta miras’ atau ‘pesta seks’ (kebetulan di rombongan kami ada yang membawa perempuan, tapi mereka suami-istri).

Suasana memanas. Mereka tetep ingin bertemu dengan pemilik rumah dan ini (mengijinkan kami menginap) adalah salah. ‘Pemilik rumah belum melapor ke RT’ ujar salah satu dari mereka. Padahal sepengetahuan ku, “Tamu wajib lapor 1×24 jam” dan kami belum 6 jam berada di kompleks perumahan itu.

Akhirnya disepakati, kami harus segera keluar dari kompleks itu. Sementara kartu identitas diri kami di tahan sampai pemilik rumah datang dan menemui pak RT. ‘apa-apaan ini!!!!? emangnya kami penjahat apa???!’

Setelah STNK kami diperiksa kami segera keluar dari kompleks perumahan dan kami menunggu persis di depan pos Satpam.

Pos satpam kompleks perumahan

Sambil terus menggerutu, kami menunggu. Pemilik rumah pun datang, sambil membawa makanan. Asyikkkkk……!

di usir ga' di usir yang penting makan...

Setelah menunggu lamaaaaa….. (ga’ ngerti bro Prima diapakan oleh warga, maaf bro kami menyusahkan)… akhirnya kartu identitas kami di kembalikan. Hore….

Pelajaran kali ini adalah ‘DIMANA BUMI DIPIJAK DISANA LANGIT DIJUNJUNG’. Padahal kan kedatangan kami belum 24 jam???! Kedatangan kami pun tidak berisik (dorong motor)???! Kami sudah mematuhi ketentuan yang ada (meninggalkan KTP)???! tapi mengapa kami harus ‘diusir’ seperti itu???! Hmmm… mungkin memang peraturan di kompleks Perumahan tersebut seperti itu.

Ya sudahlah… yang penting masalah sudah beres.

saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Bos edo dan bro Prima yang telah berjuang untuk kenyamanan kami.

Sebelum meluncur ke acara Autoblack Through, kami berpose bersama dulu, he he sebagai kenang-kenangan yang tak terlupakan…

Pose bersama...

Iklan

7 Responses to Dimana Bumi Dipijak, Disana langit Dijunjung

  1. bmw berkata:

    sip

    Suka

  2. Arif Rakhman berkata:

    di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung bukan peribaratan yang tepat untuk pengalaman yang sampeyan alami mas, tapi lebih tepat lagi adalah karena nila setitik rusak susu sebelanga…. warga awam masih tetap beranggapan bahwa komunitas motor itu negatif, jadi karena itulah mereka harus antisipatif…

    Suka

  3. pakdeguh berkata:

    tapi kayaknya terlalu berlebihan deh… Ane g setuju kalo caranya gitu… Ingat kita2 orang beradab bro piss..

    Suka

  4. karis berkata:

    imbas dari kejadian-kejadian yang sering menimpa negara ini kang, akhirnya semua menjadi saling mencurigai, mau bermaksud baik kek atau bahkan yang jelek tujuannya. Bangsa kita semakin kehilangan identitasnya….

    Suka

    • kang_ulid berkata:

      bisa jadi… ada semacam trauma yang masih membekas di alam bawah sadar mereka… ketika ada sesuatu yg tidak lazim, curiga; berprasangka buruk yang muncul…

      Suka

  5. haduh….terlalu mengurusi orang lain, kebiasaan jelek orang idn

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: