Refleksi Kemerdekaan RI ke-66, part 1


‘Berhenti sejenak dan lihat kebelakang

Ingatlah semua, yang negeri ini berikan’

(Penggalan syair ‘Melihat dengan Hati’ yang dipopulerkan oleh deddy Mizwar)

Hmmm….

Sebenarnya bingung mau mulai dari mana. Ingin mengulas tentang Peristiwa Proklamasi, tapi tidak lengkap rasanya jika tidak membahas tentang Peristiwa Rengasdengklok. Jika membahas Peristiwa Rengasdengklok tidak lengkap rasanya jika tidak membahas tentang pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dan jika membahas PPKI tidak lengkap rasanya jika tidak membahas BPUPKI. Dan jika membahas BPUPKI maka tidak lengkap rasanya jika tidak membahas tentang Kelahiran Pancasila. Dan jika semuanya di tulis di sini maka bisa berpuluh-puluh halaman.

Hmmm…. bingung kan!!!

Oke! saya persingkat saja.

Proklamasi Indonesia yang di bacakan Atas Nama Bangsa Indonesia oleh Soekarno-Hatta, memang di latar belakangi oleh beberapa peristiwa. Kekalahan jepang di berbagai medan pertempuran di Pasifik telah memicu pemerintahJepang untuk memberikan harapan kemerdekaan kepada Indonesia, dengan di bentuknya BPUPKI. Pada sidang BPUPKI inilah muncul draft awal tentang dasar negara, yang kemudian kita kenal dengan istilah Pancasila.

Rupanya para pendiri bangsa ini amat sangat pintar. BPUPKI adalah sebuah badan bentukan Jepang dan jika Indonesia merdeka kelak tetap melalui BPUPKI maka kemerdekaan itu bisa di sebut hadiah dari Jepang. Oleh karena itulah BPUPKI tidak di lanjutkan kemudian diganti dengan PPKI.

Pengebo atom-an sekutu terhadap Hiroshima dan Nagasaki memicu Jepang untuk menyerah tanpa syarat. Jepang kalah telak. Kaum pemuda seperti Sukarni dan Chaerul Saleh, menganggap ini adalah saat yang tepat untuk merdeka. Hal ini diutarakan kepada golongan tua, Soekarno. Namun, Soekarno masih menunggu keputusan Jepang. Akhirnya terjadi sebuah peristiwa penculikan terhadap Soekarno, yang dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok.

teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia, dengan perbaikan di sana-sini

Setelah disepakati bahwa Proklamasi kemerdekaan akan

dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945, maka Soekarno pun di kembalikan ke Jakarta

dan langsung

membuat draft teks Proklamasi. Jam segini ini (4:10 WIB), pada waktu itu, mereka masih sibuk untuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Akhirnya, sekitar jam 10.00 WIB Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kumandangkan.

MERDEKA!!!

Apa yang bisa kita petik dari berbagai peristiwa di atas???

Yup anda benar!!! Pemuda memiliki peran penting dalam Revolusi Agustus. Pemuda dengan semangatnya yang berapi-api menjadi ujung tombak dari Proklamasi Kemerdekaan RI. Seandainya pemuda tidak mendesak Soekarno (Peristiwa Rengasdengklok), kemungkinan besar kita masih menunggu keputusan Jepang (yang pada waktu itu berstatus kalah perang). Kemungkinan lebih buruk adalah Indonesia masih akan di jajah kembali oleh belanda yang membonceng Pasukan Sekutu.

Bukan hanya itu, pemuda menjadi ujung tombak dari berbagai peristiwa di Indonesia. Tahun 1966, para pemuda berhasil menggulingkan Soekarno dan menggantinya dengan Soeharto sebagai Presiden RI. Tahun 1998, para pemuda juga berhasil menggulingkan Soeharto sebagai presiden.

Oleh karena itu, ayo pemuda Indonesia, bangkitlah!!! kita jangan terlena, kita harus bangkit untuk masa depan yang lebih baik. Kita jangan hanya pasrah, menerima keadaan, kita jangan biarkan tikus-tikus menggerogoti bangsa ini. Seperti kata (Alm) Zainuddin MZ ‘rapatkan shaf dan luruskan!’. MERDEKA!!!!

Selamat Ulang Tahun yang ke-66 Indonesia ku tercinta. Semoga kita semakin maju, jaya, dan merdeka 100%. Amien!!!!!

Iklan

4 Responses to Refleksi Kemerdekaan RI ke-66, part 1

  1. warung DOHC berkata:

    sugeng milad INDONESIA ! 😀

    Suka

  2. karis berkata:

    padhe bi’ mas aziz

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: