Refleksi Kemerdekaan RI ke-66, part 2 (habis)


‘Tuhan seakan-akan menciptakan Indonesia dari serpihan sorga’ (Cak Nun).

Ungkapan Cak Nun ini untuk menggambarkan betapa indahnya, betapa besarnya, betapa kayanya Indonesia. Apa yang tidak ada di sini???! bahkan kata Koes Plus ‘tongkat kayu bisa menjadi pohon’. Saking kayanya Indonesia, akhirnya menjadi incaran negara-negara besar.

Kekayaan kita tidak ternilai. Negara-negara maju, sebenarnya hanya pura-pura, sok jual mahal, untuk berinvestasi di sini. Di buat, seakan-akan mereka tidak butuh kita, seeakan-akan kita lah yang sangat membutuhkan mereka (negara maju).

Yah… begitulah kita, mau aja di bodohi oleh mereka.

Kapan kita bisa bangkit dan berkembang??!!!

Kuncinya hanya 1, yaitu kebangkitan pemuda indonesia.

Hanya itu saja. Sederhana bukan?!.

Sudah saatnya Kebangkitan Pemuda tahap 2 kita canangkan. Tahap 1, 28 oktober 1928, telah berhasil untuk menyatukan kita semua, sampai akhirnya kita merdeka. Dan saat ini, kita mulai lupa akan pentingnya kebangkitan ini.

Kebangkitan Pemuda tahap 2 ini tidak usah terlalu muluk-muluk. Cukuplah berisi tentang pernyataan pemuda untuk 1) SALING MENGHARGAI; 2) BERKARYA DAN TERUS BERKARYA; 3) DISIPLIN DAN DEDIKASI YANG TINGGI. Sederhana bukan?!

Mengapa kita perlu SALING MENGHARGAI???

Karena eh karena, saat ini ita sering terlibat dalam perselisihan. Satu kampung tawuran, satu agama tawuran, satu kampus tawuran. Ini mencerminkan bahwa kita sudah tidak memiliki rasa SALING MENGHARGAI.

Mengapa kita perlu BERKARYA DAN TERUS BERKARYA???

Karena eh karena, sampai detik ini kita masih terbayang-bayangi oleh KEMALASAN. Para pemuda lebih suka untuk menjadi bawahan daripada membuka usaha sendiri dan menjadi bos (hmmm… jadi ingat kang al-rozy juragan CBR…). Oleh karena itulah, kita harus bangkit. Kita harus bisa membaca peluang dan memanfaatkan peluang tersebut semaksimal mungkin.

Mengapa kita perlu ber-DISIPLIN DAN DEDIKASI YANG TINGGI???

Karena eh karena, modal awal untuk maju adalah DISIPLIN dan dedikasi. Sementara ini, kita masih hidup dalam budaya leha-leha, budaya ‘ngko dhisek’, dsb. Kita harus bisa meniru Jepang. setelah kekalahannya dalam PD II, Jepang langsung bangkit dan menggenjot tingkat kedisiplinannya. Bahkan tidak sampai 20 tahun, Jepang telah berlari mengejar ketinggalannya. Sekarang Jepang telah maju, jauh meninggalkan mantan jajahannya yaitu INDONESIA. Bagaimana dengan kita??! Indonesia sudah 66 tahun merdeka tapi… tau sama tau lah bagaimana kita.

Hari ini kita tepat berusia 66 tahun. Mari bersama-sama kita bangkit. Kebangkitan para pemuda tahap 2 mutlak diperlukan.

Bangkitlah… bangkitlah… bangkitlah…. (Suzana mode:on, hehehhe)

Iklan

6 Responses to Refleksi Kemerdekaan RI ke-66, part 2 (habis)

  1. bejo berkata:

    jozz

    Suka

  2. akibdg berkata:

    siap laksanaken pak guru

    Suka

  3. karis berkata:

    let’s go!

    Suka

  4. wahyudiarta berkata:

    ah masih teringat ucapanmu dulur…

    bangsa kita ini butuh musuh bersama untuk bisa bersatu dan bangkit kembali seperti masa

    ^^

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: