BBM naik! Nah Ini Baru SISTEMIK…


Hmmm…

negeri yang aneh…

padahal sudah jelas termaktub pada Pembukaan UUD 45 alinea ke-4, lah kok masih diselewengkan!?

Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

perhatikan kalimat yang di cetak tebal. Apakah pemerintah sudah melaksanakan amanahnya?

Hmmm…

Isu kenaikan BBM kembali mencuat. Kenaikan harganya diperkirakan sekitar Rp 500 – Rp 1500. Bahkan ada opsi setelah kenaikan tersebut diberlakukan maka rakyat akan mendapatkan kompensasi, ya semacam BLT gitu.

Menurut kang_ulid, kenaikan ini sangat membebani rakyat. Karena ini SISTEMIK. yah… jadi inget kasus dana talangan BI yang heboh, menghabiskan dana milyaran. Ketika kasus ini mencuat, semua media mem-blow up-nya. Apalagi ketika hak angket DPR digunakan. Beritanya makin panas. DPR dengan lihai menampilkan perannya masing-masing. Sampai ada yang bertengkar dalam sidang. Waw!!! sinetron berjudul “Kasus Dana Talangan BI’ ditayangkan dimana-mana. hehehhe…. sudah, sudah, kembali ke pokok bahasan.

Yup, kenaikan BBM ini pasti berdampak sistemik. Karena, jangankan sudah dinyatakan naik, sekarang aja barang-barang kebutuhan pokok lainnya pasti naik. Apakah ini sebanding dengan BLT yang diberikan pemerintah? Kok kesannya BLT ini menjadi semacam sogokan kepada rakyat agar tidak protes dengan kenaikan BBM ini. Hadew…

Saya harap pemerintah (legislatif, yudikatif dan eksekutif) jangan hanya mempertontonkan sinetron-sinetron murahan ala pemerintah donk. Kami sudah bosan dengan segala janji manis dan tipu daya kalian. Apakah kita tidak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri?! Bukankah kita salah satu negara penghasil minyak?! Kalo alasannya, loh kan pengelolanya swasta luar negeri! pemerintah harus tegas, kalo perlu nasionalisasi perusahaan asing tersebut. Berani ga?! jawabannya tentu GA’ BERANI! Pemerintah membuat negeri ini jadi negeri CEMEN. Cemen se cemen-cemennya! Apa perlu ada REVOLUSI! Apa perlu rakyat kembali bergerak?!

Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM membumbung tinggi

Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi

— IWAN FALS —

Iklan

17 Responses to BBM naik! Nah Ini Baru SISTEMIK…

  1. Aa Ikhwan berkata:

    kl sdh sampe titik nadir mungkin rakyat bisa bergerak lebih ke arah revolusi…

    katanya dpt dana pinjaman tp buat siapa dana tersebut, bbm mau naik menteri minta maaf ke rakyat, tp saat gaji pejabat, anggota dpr naik gak ada rasa bersalah atau care thd kesusahan rakytnya… 😦

    Suka

  2. Amama Ali berkata:

    akan dipertimbangkan, difikirkan lagi, untuk dipilih mana jalan keluar yg terbaik.

    Jadi, dimohon kepada saudara semua, untuk tetap sabar.

    Lebay mode: on.

    Suka

  3. azizyhoree berkata:

    sembako sasaran up price yg paling berefect kasian rakyat nya 👿

    Suka

  4. karis berkata:

    saya termasuk yang setuju kang kalau BBM (premium naik). Berdasarkan yang sudah2, ketika harga BBM naik, memang ada gejolak di masyarakat, tapi itu hanya sebentar dan setelah itu kondisi akan seperti semula. Sebenarnya bukan di harga BBM nya yang menjadi masalah, tapi pengawasan pemerintah serta kesadaran orang berduit untuk tidak pakai bbm subsidi yang perlu ditingkatkan. Saya yakin, kalaupun nanti kebijakan ini diberlakukan, positif thinking saja kalau ini juga demi bangsa dan negara (walaupun kalau melihat tingkah polah petinggi2 di atas sana bikin eneg). Sekarang tinggal bagaimana pemerintah berupaya untuk meningkatkan daya beli rakyatnya.

    Suka

  5. kang_ulid berkata:

    kembali seperti semula gmn kang?! Ga ada yg kembli seperti smula! Itu hanya ilusi, yg seolah2 biasa. N itu terjadi karena rakyat ga bsa berkutik, terjepit, shingga hanya bsa pasrah n menerima kenaikan harga.
    Jika kta berbareng bergerak, kta bisa mrubahnya…
    Jngn pernah mengatakan semua kembali seperti smula, silahkan toleh kanan-kiri n pertajam radar sosial kita. Okay!

    Suka

    • Karis berkata:

      kembali seperti semula maksudnya ya kembali menjalani hidup, karena tidak ada pilihan lain selain mengikuti apa yang dimau pemerintah. Coba apakah dengan kenaikan BBM beberapa tahun yang lalu, sampe sekarang masih ada yang meratapi? tidak kan, ya kerena itu respon spontan dari sebuah ketidaknyamanan akibat belum terbiasa, setelah itu? life must go on. Kenaikan BBM adalah hal wajar dan memang sudah seharusnya begitu, mendidik masyarakat untuk lebih bekerja keras. Piss 🙂

      Suka

      • kang_ulid berkata:

        tetep ga wajar kang! apalagi wacana kenaikan dibarengi dengan wacana penghapusan subsidi BBM… di detik edisi kemarin jga dibahas tentang dampak sistemik dari kenaikan BBM ini. Apalagi kenaikan BBM di umumkan jauh sebelum kenaikan ini disetujui oleh DPR. Akibatnya apa? BBM belum naik tapi sembako lainnya udah naik. Indonesia itu adalah negara pengekspor minyak, namun kita sangat tergantung dengan harga global (kalah dengan amrik yg bukan negara pengekspor minyak)…

        Suka

  6. Alex© berkata:

    Prediksi ahli kandungan, anakku akan lahir di bulan April. Anak pertama pula. Dan lagu Galang Rambu Anarki itu benar-benar menohok rasanya 😦

    Suka

  7. junedz berkata:

    krn saya pemakai pertamax jadi menaikan harga BBM mngkin selisih sdkit pilih pertamax aja…

    Suka

  8. lare berkata:

    mo ratusan x lipat bbm naik mah ga ngaruh… soalnya mah, bukan naik ato ganti harga.. tapi bagaimana membuat kita-kita bisa menyiasati setiap perubahan, karena segala sesuatu pasti berubah.. dan di situlah seharusnya pemerintah berperan, memfasilitasi kita-kita ini agar siap menghadapi perubahan ( walaupun realnya ada atau ga ada fasilitas, kita tetep berjibaku dengan keadaan / perubahan ), bukan mengeluhkan setiap perubahan..
    dan untuk para “pemain sinetron” serial bedebah itu, aku sudah kehabisan makian untuk mereka…

    Suka

  9. aingbudy berkata:

    saat nya REVOLUSI….

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: