Detik oh Detik… Apa yang kamu beritakan?! Hayooo… Bohong ya?!


Hmmm…

Iseng-iseng mengikuti perkembangan touring vario125. Melalui mbah google, akhirnya kang_ulid di arahkan ke situs berita DETIK. Rupanya infonya lengkap banget. dari start sampai finish di Bali, semuanya di ulas.

Ada satu yang menarik dari pemberitaan tersebut adalah di etape pasuruan sampai Banyuwangi. ada apakah gerangan?? ok saya beri cuplikannya…

Etape ke-6 sendiri memakan jarak tempuh hingga 240 Km yang mengambil rute dari Pasuruan ke Probolinggo, Besuki, Panarukan, Situbondo, Bajulmati, Ketapang dan berakhir ketika singgah di Banyuwangi.

————————————————

Ketika kemacetan sudah berhasil dilewati, akhirnya detikOto bersama Vario pun langsung membalas rasa gemas ini disaat melalui jalur Probolinggo. Dijalur kali ini, Vario 125 PGM-FI harus bertemu dengan medan yang cukup berat. Bukan hanya dengan rute yang memakan jarak hingga 240km, Vario 125 PGM-FI pun juga harus bertemu medan terjal terjal serta berliuk-liuk.

————————————————–

Paragraf pertama adalah rute yang di lewati. Sementara paragraf berikutnya adalah deskripsi di perjalanan. Nah bagian yang menarik adalah kalimat yang di cetak tebal.

Selama bertahun-tahun kang_ulid menyusuri jalur ini, baru sekarang ngerti kalau di jalur ini ada medan terjal serta meliuk-liuk. Apa emang sudah ada perubahan jalur ya?! emang sich kang_ulid terkahir menyusuri jalur tersebut pertengahan bulan Pebruari 2012. Mungkin dengan teknologi canggih akhirnya jalurnya dirubah dalam waktu singkat, cmiww!.

Jika melewati jalur lumajang-Jember-Banyuwangi memang ada sich jalur menanjaknya. Lah ini, Pantura bo’!!!! Lurussssssssssssss n datarrrrrrrrrrrrr….

eh tapi mungkin yang di maksud jalur terjal adalah jalan di depan PLTU Paiton. Tapi menanjaknya wajar sich, pake sepeda onthel juga kuat kok untuk menaklukkan ini. Ga’ usah pake vario125 yang canggih itu. hadew!!!!

Hayooo ketahuan bohong ya!!!

Waallahu a’lam!

Linknya si sini

nb: tulisan ini tidak ada sangkut pautnya dengan merk motornya

Iklan

24 Responses to Detik oh Detik… Apa yang kamu beritakan?! Hayooo… Bohong ya?!

  1. bennythegreat berkata:

    kalo sudah dijejelin amplop…tulis apapun jadiiii…

    Suka

  2. Ari CX Rider berkata:

    mungkin ban motor geal.geol sehingga meliuk2 kang.
    Trus shokbeker blakang ambles. Jd terasa kemudi naik kyak nanjak. Xixi
    #abaikansaja

    http://areeya2.wordpress.com/2012/03/12/akankah-next-varian-honda-lebih-value/

    Suka

  3. nsx125 berkata:

    ancene penak jalane kang
    aku wes bolak-balik lewat kono
    sing angel
    lawan’e truk+bus
    minimal travel :mrgreen:

    Suka

  4. red scooter berkata:

    lebih baik naik pespah

    Suka

  5. ipanase berkata:

    orang KOTA ke jalan yang khas daerah,,,,MANJA,,,.,.,.,.,,..,.,.,lebay,,,,.,.,.,
    orang kota pasti sambat kalo nanjak dikit, atau terjal dikit,,pasti bilangnya terjal PARAH, tanjakan tinggi,,wo
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/03/11/ngancam-bunuh-diri-demi-satria-fu-konyol/

    Suka

  6. karismanis berkata:

    Belom pernah ke bromo sama pegunungan menoreh dia, pantesss :mrgreen:

    Suka

  7. addo wp berkata:

    kalo ditulis lurus n datar, g kebayang tangguhnya donk…wakakakakaka.

    Suka

  8. Rudy Sou1 berkata:

    Hahahaha….ngaco kui sing gae cerita,maaf saya menyebut ini adalah cerita bukan berita šŸ˜€

    Suka

  9. kalimalang rider berkata:

    silahkan maen k jogja, coba tanjakan cino mati pleret-dlingo, maknyuss nanjaknya.. šŸ™‚

    Suka

  10. emang fakta berkata:

    mungkin yang di tanjakan gunung raung bang( situbondo ). ato gunung apalah setelah paiton jauhhhhh ……………. trus baru ketemu jalur lurus mau ke ketapang. karena saya sudah 3 x ke bali n naik mobil sendiri jadi tau ada tanjakan2 itu. dan saya kira detik g bohong. coba cek lagi.

    Suka

    • kang_ulid berkata:

      bukan raung tp baluran kang. Kalo raung d bondowoso. Alas baluran tanjakannya tdk lbh seperti fly over. Jalur pasuruan-banyuwangi ga ada medan terjal, kalo jalan rusak bnyk.
      Sori kang, ane orang situbondo, jadi tau persis jalur ini, hehe

      Suka

      • kusnanto berkata:

        hahaha,, orang sibon ya…saya juga sering ke sibon mas, kalo cuma pantura via baluran jelas gak bisa dibilang terjal, saya udah sampe lupa berapa kali lewat baluran dari BWI ke SIBON..
        kalo tikungan meliuk memang ada sedikit di baluran, dan bisa dianggep biasa aja karena mayoritas jalur lurus bin datar, kalo tanjakan terjal gak akan ada sampe kapanpun.
        biasa lah..media kalo dikasih duit tergantung request pabrikan. biar kendaraannya dianggep mampu melibas medan sulit, nyatanya datarrrrrrrrr..

        Suka

  11. kang_ulid berkata:

    menoreh?! Daerah mana tuh?! Kalo gunung sampan aku tau, wkwkwkwk

    Suka

  12. Gogo berkata:

    didramatisir..

    Suka

  13. Karis berkata:

    wuahahaha…harusnya si kang ulid ini yang diajak touring, yang punya jalan nih…
    definisi tanjakan dan meliuk-liuk seperti apa ya buat mereka? rancu n racun nih

    http://karisnsz.wordpress.com/2012/03/24/serangan-tomcat-jangan-berlebihan-menanggapi-yuk-belajar-mengenalnya/

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: