Pembantaian 1965/1966: Kok Bisa Ya, 500ribu Jiwa Dibantai?!


Hari ini adalah hari bersejarah buat bangsa Indonesia. Tiga Puluh September 1965 (sebenarnya sich udah masuk 1 oktober tuh), telah terjadi penculikan terhadap para jendral. Dan ini menjadi pemicu buat kejadian berikutnya yang jauh lebih dahsyat.

Yup… Pembunuhan terhadap orang-orang yang diduga anggota PKI.

Tidak kurang dari 500.000 jiwa terbunuh. Semuanya adalah warga negara Indonesia. Pun yang membunuh juga warga negara Indonesia. Selain itu, jutaan warga negara Indonesia selama bertahun-tahun tidak bisa menikmati kebebasan selayaknya warga negara. Mulai cap ET (eks Tapol) pada KTP mereka hingga ‘sampul D’ yang menakutkan.

korban pembantaian 1965/1966

Kok bisa ya, manusia waras membantai tetangga bahkan saudaranya sendiri?!

Salah satu teori yang bisa kita pakai adalah TEORI AMOK. Apa itu?! mari kita simak pembahasan berikut, hehhehe…

Salah satu faktor kultural yang memikat para sarjana untuk menjelaskan terjadinya pembunuhan adalah amok yang bersifat kolektif. Dalam pengertian klasik, insiden amok selalu melibatkan kegilaan sesaat karena sakit fisik yang parah. Gejala-gejala amok yang sesungguhnya adalah (1) pembunuhan oleh seorang laki-laki yang kehilangan kontrol diri; (2) pembunuh mengalami periode prodromal dalam depresi mental; (3) pembunuhan dilakukan secara serampangan dan tanpa motif apapun; (4) pembunuh tidak ingat bahwa ia telah melakukan tindak kekerasan (Robert L. Winzeler dalam Sulistyo, 2003:232). Amok juga berarti serangan kegugupan mendadak yang mendorong seseorang membunuh secara gila-gilaan. Teori ini digunakan oleh Hermawan Sulistyo dan Robert Cribb. Menurut Soerjono Soekanto (1985:22), amok adalah kondisi depresi psikis yang menyebabkan perilaku ingin melukai atau membunuh pihak lain.

Selain itu, amuk juga merujuk kepada tingkah laku seseorang yang, ketika dipengaruhi oleh perasaan yang kuat, memperoleh sebilahsenjata dan memulai serangan secara acak. Sebagai contoh, perkataan ini boleh digunakan untuk menunjukkanpembunuhan beramai-ramai. Amuk juga bermaksud mudah tersinggung (http://ms.wikipedia.org/wiki/Amuk).

Menurut Huub de Jonge (dalam  Husken & Huub de Jonge, 2003:227), amok berarti menyerang dengan membabi buta; menjadi sangat marah atau liar; atau berlari ke sana kemari dalam hiruk pikuk yang haus darah. Seorang individu yang mengamuk didefinisikan sebagai seseorang yang ingin membunuh setiap orang yang ditemuinya. Mengamuk sebagaimana yang kita ketahui adalah suatu versi ekstrim dari keberadaan fisik ataupun mental yang memiliki beberapa penampilan dan penyebab. Amok setidaknya memiliki dua kategori, seperti yang dikutip de Jonge dari tulisan Spores, Gimlette dan Fletcher (dalam  Husken & Huub de Jonge (eds), 2003:230), yaitu pertama amok spontan tanpa motivasi dan kedua adalah amok reaktif termotifasi.

 

Sumber:

de Jonge, Huub. 2003. Lebih Baik Putih Tulang daripada Putih Mata: Tindakan Menolong Diri Sendiri dengan Kekerasan dalam Masyarakat Madura. Dalam Frans Husken & Huub de Jonge (Eds), Orde Zonder Order : Kekerasan dan Dendam di Indonesia 1965-1998 (hlm. 223-240). Terjemahan oleh M. Imam Aziz. Yogyakarta: LKiS

Soekanto, Soejono. 1985. Kamus Sosiologi. Jakarta: CV. Rajawali.

Sulistyo, Hermawan. 2003. Palu Arit Di Ladang Tebu: Sejarah Pembantaian massal yang terlupakan (1965-1966). Terjemahan oleh Suaedy, Uchi sabirin & Syafiq. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Cetakan III.

Iklan

8 Responses to Pembantaian 1965/1966: Kok Bisa Ya, 500ribu Jiwa Dibantai?!

  1. ipanase berkata:

    hmm, kata mbah2 juga gitu, tembak2an

    Suka

  2. Rendi berkata:

    Pembantaian para Jenderal Hanya Riak Kecil kata Bung Karno……….. hmmmmm

    Suka

  3. motogokil berkata:

    sebaiknya cross cek ke suatu tempat, dimana PKI membantai kaum muslimin
    sehingga bisa memahami, mengapa mereka diperlakukan serupa seperti apa yg pernah mereka lakukan

    Suka

  4. sabdho guparman berkata:

    lembaran suram sesama saudara saling bunuh

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: