Jalan Tergerus Ombak: Pengguna Jalan Pantura Situbondo Wajib Tingkatkan Kewaspadaan!


Hmm…

Seminggu terakhir ini, badai menghampiri Situbondo. Bahkan pada malam minggu kemarin (12/1), banjir menggenangi setidaknya 4 kecamatan. Aduh….

Jalur Pantura yang melintasi Situbondo sepnajang 150km berada di tepi laut. Nah, ketika musim badai seperti ini, maka pengguna jalan dituntut untuk lebih waspada. Tadi pagi, kang_ulid terhempas oleh angin yang datang tiba-tiba. Posisi awal berada di sebelah garis putih, terhempas hingga nyaris turun dari aspal.

Ternyata kejadian ini tidak hanya menimpa kang_ulid, banyak pengguna R2 yang terpaksa menepi, menunggu hingga angin sedikit pelan. Bahkan, menurut penuturan teman se kantor, R4 pun sempat terhempas oleh kuatnya laju angin. Ngeriiii………!

hancur...

hancur…

Hal ini diperparah dengan rusaknya beberapa ruas jalan. Bukan karena tidak di aspal, namun rusak karena diterjang ombak. Tebing di sebelah utara jalan tergerus oleh ombak laut. Padahal di beberapa lokasi, jarak antara jalan dengan laut hanya sekitar 1,5 meter. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin beberapa waktu lagi, ombak akan menggerus ruas jalan.

Apakah tidak ada tembok penahan ombak? atau pemecah ombak??

Ada.

Namun, tidak kuasa menerima terjangan ombak yang begitu kuat. Oleh karena itu, bagi pengguna jalan yang akan melintasi pantura Situbondo, terutama jalur Besuki-Situbondo, agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

hancur di hantam ombak...

hancur di hantam ombak…

Ada yang lebih parah lagi loh...

Ada yang lebih parah lagi loh…

Keep safety n waspadalah!!!

 

Iklan

13 Responses to Jalan Tergerus Ombak: Pengguna Jalan Pantura Situbondo Wajib Tingkatkan Kewaspadaan!

  1. Betul hrs extra hati hati bagi rider yg sedang melintas ….. Krn cuaca sedang extreem disertai angin yg berhembus ckp kencang bisa merusak konsentrasi pengendara

    Suka

  2. eyang ali topan berkata:

    waah… kemarin liwat sini nih pas ke Bali 😀

    Suka

  3. bapakeVALKYLA berkata:

    ngeri yo…
    yang bahaya itu kalau ada angin kenceng dari samping..

    Suka

  4. deddykristianto berkata:

    Kang Ulid, harusnya selain tembok pelindung jalan sisi utara, harusnya ada hutan bakau yang lebih efektif memecah ombak. tapi nggak tahu hutan bakau atau setidaknya beberapa pohon bakaunya nggak ada. he he. jadinya kita yang setiap hari situbondo-suboh 72 km an pergi pulang, yang harus jadi ekstra hati-hati. hidup bikers!

    Suka

  5. warung DOHC berkata:

    padahal ini rute pemandangannya ajib , apalagi kalau air laut pas biru , di pagi / sore hari mak nyoss tenan , jangan sampai rusak lagh

    Suka

  6. gesang86 berkata:

    Yang lebih parah lagi, mana kang Ulid???

    *Kalau lihat ruas jalan ini, selalu ingin kembali melakukan perjalanan jauh lagi… 😆

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: