Bukan Kenaikan BBM yang Mengkhawatirkan, Namun…..


Hmm…

Gini nih kalo pemerintah ga’ tegas.

Gini nih kalo semuanya di politisir.

Gini ini kalo pemerintah ga mampu mengendalikan isu yang berkembang

Gini ini kalo yang dipikirin hanya ‘rakyat’ sendiri aja.

Wahai pemerintah yang super pintar dan budiman, perlu anda ketahui bahwa mulai kemarin, BBM jenis premium sulit didapat di Situbondo Jawa Timur. Antrean, tampak di SPBU-SPBU. Bahkan SPBU langganan yang biasanya sepi, tadi pagi tampak mengantre. Hadewww…!!!

Pemicunya apa??! Tak lain dan tak bukan adalah ‘ISU’ kenaikan harga BBM.

Loh bukannya sudah dipastikan bahwa akan naik??!

Hahahhaha… siapa yang memastikan!? ga ada bukan!? Pemerintah hanya melontarkan wacana saja. Akibatnya, muncul kepanikan di masyarakat. Mereka berlomba-lomba untuk membeli premium, agar ketika benar-benar naik, tidak kehabisan stok. Padahal entah kapan harga BBM itu akan naik.

Beberapa hari yang lalu, kang ulid melihat wawancara menteri ESDM. Wartawan bertanya ‘kenapa kenaikan harga BBM tidak diumumkan secara tiba-tiba, seperti jaman dulu??’. Jawaban pak menteri adalah (kurang lebih), ‘sekarang ini jamannya sudah demokrasi, jadi rakyat perlu tahu apa yang terjadi. Biasalah, pasti akan terjadi kenaikan inflasi, 1-2 hari’.

Hahahaha…

Beliau mengatasnamakan demokrasi. Padahal anak kecilpun tahu bahwa info kenaikan harga BBM dihembuskan jauh sebelum terjadi, agar menaikkan dan menyudutkan salah satu pihak. Bahkan, mungkin, info ini dihembuskan untuk mengalihkan  perhatian masyarakat dari hal-hal yang lebih besar. Contohnya adalah banyaknya kasus korupsi yang menjerat orang-orang top negeri ini.

Kita seharusnya sadar dan berbesar hati untuk mengakui bahwa tidak semuanya yang berbau Orde Baru adalah BURUK. Kalau itu baik, kenapa kok tidak ditiru dan caranya diperbaiki agar sesuai dengan tujuan awal.

Di era orde baru, semboyan pemerintah adalah STABILITAS & KEAMANAN NASIONAL. Stabilkan dulu, dan buat rakyat aman, maka kehidupan akan lebih baik. Namun, pada waktu Orde Baru, cara-cara yang ditempuh kurang benar. Misalnya, untuk menciptakan rasa aman, diberlakukanlah PETRUS. Agar kondisi ekonomi stabil, ngutang ke IMF, World BaNK, CGI, dsb. Cara-cara inilah yang perlu dirubah.

Lah kalo pemerintahan sekarang, semboyannya apa???

masak ya, LANJUTKAN…(?!), apanya yang harus dilanjutkan??! hadew…

Sering kali terjadi, rakyat dibuat resah, tidak aman demi keamanan dan kenyamanan golongan tertentu.

Ayo donk, masak kalah ma Orde Baru, yang katanya penuh kebobrokan, dalam hal membuat aman dan membuat stabil keadaan masyarakat?!

Tolong pikirkan cara menanggulangi keresahan dan lonjakan harga barang (padahal belum naik loh).

Tolong ya Pak SBY…

Iklan

15 Responses to Bukan Kenaikan BBM yang Mengkhawatirkan, Namun…..

  1. Aa Ikhwan berkata:

    hanyutkan… eh :mrgreen:

    Suka

  2. er purpone berkata:

    saya prihatin..

    Suka

  3. er purpone berkata:

    saya prihatin…

    Suka

  4. black_apache berkata:

    kan terhitung tahun 2013 utang kita jadi tambah banyak sekira 2000an triliyun?salah satunya ya kebanyakan buat subsidi bbm itu,mungkin bisa lah g perlu naikin bbm,tapi mau sampe kapan apbn buat subsidi terus?tau sendiri kan yang paling banyak menikmati bbm subsidi kaum mampu.
    ambil contoh lah,motor paling mentok sekali isi bbm max 17-18 liter,lha mobil berapa?tinggal kalikan aja perliternya

    Suka

  5. koko berkata:

    hilangken….
    dorrr…

    Suka

  6. mudagrafika berkata:

    Sempat liat Forbis di Metro Tv semalem kang.? SERU…perdebatan khas Republik. Hanya entah kenapa saya jadi tambah bingung… 😀

    Suka

  7. terong amnesia berkata:

    Pemimpin kaya jokowi ahok harus dikloning sebanyak2nya… Mungkin keadaan bisa lebih baik… Mungkin lho ya… :mrgreen:

    Suka

  8. potretbikers berkata:

    Hahahahaa, perlu adanya PETRUS versi 2.0 sepertinya….hehehehehe 😆

    Suka

  9. warung DOHC berkata:

    setelah BBM naik muncul dagelan Balsem mas :mrgreen:

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: