Seri Sejarah: Jawa Timur & Politik Aliran Sebelum 1965


Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang sangat berpengaruh terhadap dunia perpolitikan di Indonesia. Setidaknya tiga partai besar lahir di  Jawa Timur, antara lain NU, PNI dan PRI (Karim, 1983:68-105). Crouch (1971 :186) mengatakan “The Nahdatul Ulama is a conservative Muslim party with its main base in East Java”. Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan intensitas suhu politik yang tinggi. Selain itu, ini juga memperjelas alasan bahwa Jawa Timur adalah basis NU hingga sekarang walaupun tidak lagi menjadi partai politik. Jawa Timur yang berpenduduk lebih kurang 33 juta orang memiliki pluralitas politik. Pada Pemilu 1955, Nahdlatul Ulama (NU) keluar sebagai juara, tetapi bukan mayoritas tunggal. NU hanya selisih tipis dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), disusul Masyumi dan PKI (Kompas, 3 Juni 2001).

Kemenangan NU adalah wajar karena Jawa Timur merupakan kawasan santri. Hal ini terbukti dengan banyaknya pondok pesantren yang ada di kawasan ini, misalnya Tebu Ireng di Jombang, Nurul Jadid di Probolinggo dan pondok pesantren salaf  Sukorejo di Situbondo. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan setiap daerah memiliki haluan politik yang berbeda. Hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia terkotak-kotak dalam aliran-aliran politik yang dipengaruhi oleh sosial-budaya masing-masing daerah. Hindley (1970:23) mengatakan “The multiplicity of political parties is rooted in the division of Indonesian society into several distinct and selfconscious socio-cultural groupings, or Aliran’s” (Keberagaman partai politik berakar dari masyarakat Indonesia yang ter-kotak-kotak dalam beberapa bagian yang berbeda dan kelompok-kelompok sosio-kultural yang sadar diri atau disebut Aliran”). Jadi, jangan heran jika dalam satu daerah memiliki beberapa aliran, tergantung dari keadaan sosial masyarakat sekitarnya.

Tabel: Aliran’s and Party Identification

Religion Traditionalist Modernist
Santri NU Masjumi
Christian Partai KatolikParkindo
Secular/Moslem Non-Santri PNI  PSIPKI

Sumber: Donald Hindley, Alirans and The Fall of The Old Order, pp 26-27

Dari tabel tersebut terdapat kecenderungan bahwa kaum santri menjadi anggota NU atau Masyumi, kaum Kristian menjadi anggota Partai Katolik atau menjadi anggota Parkindo dan kaum sekuler memiliki kecenderungan untuk menjadi anggota PNI, PSI atau PKI.

Sejak buku Geertz mengutarakan mengenai berbagai aliran beragama di Jawa dan memperhatikan perilaku pemilih dalam Pemilihan Umum 1955 di mana priyayi memberikan suara kebanyakan kepada Partai Nasional Indonesia (PNI), golongan abangan dan santri memilih PNI, maupun partai-partai Islam Masyumi, NU, PSII, sedangkan kaum komunis berpihak kepada PKI, maka ungkapan politik aliran menjadi kerap digunakan (Anwar, Pikiran Rakyat, Selasa, 25 Mei 2004).

Sebenarnya keterkaitan antara Aliran dengan organisasi massa terutama partai politik baru mempunyai hubungan yang stabil sejak tahun 1950. Ufen (2006:7) mengatakan Aliran were based on old forms of social integration with their concomitant world views, but political parties and associated organisations would not form a  relatively stable pattern of inter-aliran relations until the 1950s (Aliran telah didasarkan pada format lama dari integrasi sosial dengan pandangan dunia mereka, tetapi partai politik dan organisasi lainnya yang masih mempunyai hubungan tidak akan membentuk suatu hubungan inter-aliran yang relatif stabil sampai 1950an).

Sumber:

Karim, M. Rusli. 1983. Perjalanan Partai Politik Di Indonesia: Sebuah Potret Pasang Surut. Jakarta: Rajawali Press

Crouch, Harold. 1971. The Army, The Parties and The elections. Indonesia, (Online), volume 11, hlm. 177-192, Ithaca: Cornell Southeast Asia Program, (http://cip.cornell.edu/Indonesia, diakses pada tanggal 5 September 2007)

Kompas, 3 Juni 2001. Kalau Jawa Timur Mau Merdeka, (Online), (http://www.kompas.com, diakses pada tanggal 29 Mei 2007)

Hindley, Donald. 1970. Alirans and The Fall of The Old Order. Indonesia, (Online), Vol. 9, hlm. 23-66, Ithaca: Cornell Southeast Asia Program, (http://cip.cornell.edu/Indonesia, diakses pada tanggal 18 September 2007)

Anwar, Rosihan, H. Selasa, 25 Mei 2004. Politik Aliran Ada atau Tiada. Pikiran Rakyat, (Online), (http://www.pikiran-rakyat.com, diakses pada tanggal 15 Desember 2007)

Ufen, Andreas. 2006. Political Parties in Post-Suharto Indonesia: Between politik aliran and ’Philippinisation’, (Online), GIGA Research Programme: Legitimacy and Efficiency of Political Systems, (www.giga-hamburg.de.pdf, diakses pada tanggal 14 Desember 2007)

Iklan

One Response to Seri Sejarah: Jawa Timur & Politik Aliran Sebelum 1965

  1. […] Masih seputar dunia politik Jawa Timur sebelum 1965 (artikel sebelumnya klik di sini). […]

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: