[Cak Nun] Berislam dan Bersukur


Hmm…

Hujan-hujan ngini emang paling mantab dengerin pengajian. Suasananya mendukung. Perenungan demi perenungan akan kita lakukan. Dan saya suka dengan mengajian Cak Nun. Pengajiannya lebih berasa, lebih berisi dan lebih bermakna.

Berikut adalah pengajian yang saya dengarkan malam ini:

Berislam dan Bersukur
kalau menurut nabi Muhammad saw. hidup ini cuma ada dua. Jadi kalau bahasa arabnya ini, yah pura2ya kiyai yah, a-islamu huwas sobru wassukur jd yg disebut islam.

Islam itu kata kerja jd doing thing unutuk menciptakan salam min islam jd kalau anda menjalankan islam berarti anda menyelamatkan tanah, menyelamatkan sungai, menyelamatkan daun, menyelamatkan sesama manusia, menyelamatkan semua mahluk, pokoknya metabolisme dan ekosistem kehidupan kita pelihara sedemikian rupa itulah islam, produknya salam, nah islam atau pekerjaan menyelamatkan itu di bagi 2:

  1. sabar
  2. syukur

Boleh kita sebut syukur dulu baru sabar tergantung. Tapi, pokoknya tinggal pilih aja deh, kalau ngalami apa, ooh ini cocoknya sabar nih, kalau ngalami apa yg lain, ooh ini cocoknya syukur nih. Kita sering tidak memakai terminiologi ini sehingga kacau.

kadang kadang kita perlu bersabar, kita tdk sabar. Kadang-kadang semua masalah ini sederhana hingga bersyukur. Karena kita tidak pernah belajar bersyukur menjadi kacau kemampuan bersyukur. Berbanding sama/ berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan. semakin kita tidak mampu bersyukur semakin kita tidak bahagia, semakin kita tidak tentram.

Nah, kemampuan bersyukur yang saya maksud ini sebenarnya
menyangkut ilmu, manajemen, pengetahuan mengenai hal-hal di dalam kehidupan dan apa saja. Jadi ada orang yang naik mobil 1/2 milyar karena tanpa rasa syukur dia tidak mendapat kenikmatan apa-apa. Ada orang pakek motor karena dia sibuk sekali dengan rasa syukur, dia merasa lebih nikmat dari pada orang yg pake mobil. Jadi sebenarnya bukan saya melarang anda mempunyai mobil bagus atau rumah bagus, tapi saya ingin mengatakan bahwa sehebat2 dunia ini, masih lebih hebat manajemen akal manusia.

Jadi, letaknya kebahagiaan, letaknya ketentraman, itu nanti berakibat pada kesehatan. Berakibat pada jauhnya kita pada titik bahaya atas sakit, ya bahaya atas kesehatan kita itu. Semakin kita mampu bersyukur, semakin kita dekat dengan kebahagiaan.

Banyak orang yg tidak belajar bersyukur, jadi gak ada fakultasnya sih soalnya, jadi yang ada adalah belajar melampiaskan nafsu
setiap hari. Dimana2 belajar melampiaskan nafsu. Melampiaskan…3x dan itu bertentangan dengan rasa syukur. Dan hasilnya pasti frustasi, stroke ahirnya narkoba, ahirnya bingung, ahirnya Dll lah.
Jadi intinya teman2 sekalian sahabat2 ku semua, mari kita bikin suatu waktu husus untuk sedikit meneliti mengenai pandai bersyukur ini dan pendidikan terpenting untuk anak kita ini adalah mengajak dia untuk selalu menemukan momentum kapan sebaiknya dia bersyukur. Kalau dia di biasakan bersyukur setiap hari, nanti akan jauh untuk jadi koruptor.
Dia akan jauh untuk menjadi orang rakus, karena dia hanya dengan sepotong tempe dia bisa mendapatkan kenikmatan dibanding temannya yang makan tiga potong daging. Karena kepandaian bersyukur ini sangat panjang tapi kira2 ilmu dasarnya seperti itu.

Itulah ulasan tentang pengajian Cak Nun yang saya dengarkan malam ini.

Bagi yang ingin mendengarkan, monggo klik tautan ini (DOWNLOAD).

*Trimakasih buat Gigin yang udah menuliskan transkip tausiyah Cak Nun

Artikel Terkait:

Iklan

6 Responses to [Cak Nun] Berislam dan Bersukur

  1. potretbikers berkata:

    Tambah ademmmmm 😀

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: