Say No to Money Politics!!!


Hmm…
Dapat broadcast (bc) yang isinya sungguh menyiratkan ironi negeri ini. Isi bc tersebut adalah sebagai berikut:

Kemarin waktu menghadiri presentasi mega proyek di sebuah hotel, disebelah saya duduk salah satu pengusaha tergolong Taipan dengan santainya berkata ” Ah hanya butuh USD 1 miliar untuk memastikan siapa yang pantas menang dalam Pemilu nanti.
Harga untuk mengontrol negeri ini sangat murah…
Saya : ” Gimana caranya?
Taipan: Kalau 100 juta suara dibayar perorang USD 10 ( Rp. 110,000 maka itu sama dengan USD 1 miliar., ya kan?
Saya : Gimana dengan pemilih yang lain yang engga bisa dibayar?
Taipan: Kan ada kampanye GOLPUT…Mereka mau bantu kita menangkan Pemilu walau engga dibayar.
Saya :Walaupun menang bukan berarti bebas melakukan apa saja. Masih ada ormas islam yang siap menghadapi
Taipan: Kalau menang telak, ya DPR bisa buat UU membatasi gerak Ormas,yang melanggar bisa dipidana atau dituduh makar atau teroris.
Dalam hati saya membatin..betapa cerdasnya pemodal..yang miskin diberi UANG…yang engga miskin provokasi agar GOLPUT…dan akhirnya tetap aja penguasa dibalik pemodal yang menang….

~dari pak Erizeli Bandaro~​. Bayangkan hanya butuh 1 Milyar Dollar utk mengendalikan Indonesia, padahal Facebook harus mengeluarkan 19 Milyar Dollar utk membeli Whatsapp… :>>:O

BC tersebut ingin menunjukkan bahwa betapa mudahnya kita diobrak-abrik. Money politic sudah jamak terjadi dimana-mana. Seringkali kita terlalu apatis, ga mau tau, cenderung ke materialistik.
Seorang calon pemimpin untuk menang dalam pemilu cukup memberi uang kepada pemilih. Nilainya berkisar 50 ribu ke atas. Pikiran pemilih, ‘kapan lagi si calon akan memberi uang, soalnya ketika di atas dia ga akan memberi uang’. Mereka tidak sadar bahwa angka uang itulah nilai HARGA DIRI mereka. Betapa murahnya. Pelacur aja masih pasang tarif lebih mahal loh.
Kita tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan saat ini akan berimbas kepada keadaan selama dia (pemberi uang) memimpin.
Contoh nyata terjadi di sekitar saya. Dalam pemilu sebelumnya, ada istri seorang mafia mencalonkan diri. Si mafia pun mrngerahkan segala daya upaya untuk memenangkan sang istri. Dengan mengerahkan anak buahnya dia membagi-bagikan sejumlah uang.
Cara ini berhasil. Sang istri menang mutlak.
Namun apa yang terjadi kemudian?!
Selama 5 tahun sang sitri memimpin, keadaan daerah tersebut tidak aman. Pencurian sering terjadi. Mulai dari perampokan hingga pencurian ternak.
Ini adalah satu contoh dari efek yang ditimbulkan ketika kita menerima uang untuk memilih calon tertentu.
Semoga kita bisa merenung dan mengambil hikmah dari kejadian di atas. Sudah saatnya Indonesia bangkit. Kalo bukan kita siapa lagi? Kalo bukan sekarang kapan lagi? (Loh kok malah kampanye, heheheh… sori)

Sebaiknya Baca Juga INI:

Posted from WordPress for Android

Iklan

10 Responses to Say No to Money Politics!!!

  1. Rio berkata:

    Pertamax ae wes, ora urus politik, menyugihkan mereka saja

    http://motorrio.com/2014/04/06/maxi-scooter-sym-gts-500-evo/

    Suka

  2. koko berkata:

    kembali ke prinsip bro. ambil uangnya, jangan pilih partainya. mantap. INDONESIA JAYA. biarkan hati nurani yg memilih… dah hari tenang nih… no kampanye.

    Suka

  3. pangeranrambee berkata:

    Saya dikasih duit, Mas. Hmm.Lagian mau milih juga ndak kenal calegnya.

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: