Hiruk Pikuk di Makam Sunan Giri: Mereka Antre, Kita Bagaimana?!


Hmm…
Minggu kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi kembali makam Sunan Giri. Makam ini berada di pinggiran kota Gresik. Dan untuk menemukannya sangat mudah, karena petunjuk arahnya sangat jelas.
Bersama-sama teman-teman Jatimotoblog, saya ke sana. Dan oleh RC diarahkan untuk parkir di atas. Yaitu di deket pangkalan ojek. Setelah parkir, teman-teman langsung menuju ke kompleks makam. Namun, saya tidak ikut.

Ada sebuah hiruk pikuk yang menahan saya. Akhirnya saya pun ngopi di seberang parkiran. Hiruk pikuk itu muncul dari aktifitas tukang ojek. Benar-benar seru mereka itu.

image

Tukang ojek yang baru datang harus antre sesuai dengan di dekat portal, menunggu ojekan di dalam portal habis. Setelah habis, maka tukang ojek di luar portal mulai masuk dan kembali berjejer rapi. Selama sekitar 1 jm saya mengamati, tidak ada aksi serobot antar tukang ojek. Mereka benar-benar menjunjung tinggi budaya antre. Sekali jalan ongkos permotor dari makam ke parkiran mobil sebesar Rp 5000/motor.
Sebuah pelajaran menarik dapat saya petik bahwa alangkah indahnya hidup jika kita bisa saling menghargai. Antre merupakan perwujudan dari sikap saling menghargai. Para tukang ojek ini bisa kok antre, mereka bisa kok teratur, masak kita ga bisa?!
Lihat saja antrean di spbu yang seringkali saling serobot. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian saling serobot. Apakah kita tidak bisa seperti tukang ojek itu?! Mereka bisa kok antre, masak kita ga’ bisa!?

Baca Juga:

Iklan

13 Responses to Hiruk Pikuk di Makam Sunan Giri: Mereka Antre, Kita Bagaimana?!

  1. mas huda berkata:

    Nah itu yang patut dicontoh.. kalo udah rizqi takkan kemana

    Ne ada yang ngedance juga http://bit.ly/1n9BKK4

    Suka

  2. Mase berkata:

    bisa sabar gitu ya kang ngg antrian…coba kalo semua org di negara ini seperti mereka…

    Suka

  3. Mas Wiro berkata:

    Kita lebih sering mengutamakan mulut dari pada berpikir
    Jadi budaya antrinya kalah dengan “NGROWENG” atau
    “NGEDUMEL” πŸ™‚
    —–
    http://nyobamoto.com/2014/05/20/kopdar-jatimotoblog-1-2014-di-gresik-kota-pudak-yang-religius/

    Suka

  4. […] catur wulan ini begitu diperjuangkan banyak blogger Jatimotoblog. Kang Ulid, pemilik blog ulidblog, rela jauh-jauh dari Situbondo meskipun si Ge_Black motor kesayangannya sedikit bermasalah namun […]

    Suka

  5. Bjl berkata:

    jadi kangen gresik πŸ™‚ πŸ™‚

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: