Kelangkaan & Kenaikan harga BBM: Raport merah di ujung pemerintahan SBY ataukah raport merah diawal pemerintahan Jokowi?!


Hmm…
Dan antrean di SPBU pun terus berlanjut. Skenario pemerintah yang mengurangi jatah subsidi BBM 5 – 20% sungguh membuat heboh. Banyak SPBU di titik strategis mengalami kekosongan premium n solar. Melihat kondisi ini, pihak SPBU memberlakukan kuota pembelian.

Akhirnya pemerintah menyerah, tadi malam diambillah keputusan normalisasi jatah kuota BBM bersubsidi. Angin segar berhembus. Namun, efeknya mungkin baru akan terasa esok hari. Soalnya antrean di SPBU pun mengular. Bahkan, antrean tidak hanya terjadi di SPBU, namun juga terjadi di pertamini-pertamini.
Siapa yang disorot?
Muncul pemberitaan, bahwa pengurangan jatah ini adalah persiapan untuk kenaikan harga BBM bersubsidi. Muncul juga pemberitaan bahwa Sang Presiden baru mendesak SBY menaikkan harga BBM sebelum dirinya dilantik. Entahlah.
Satu hal yang pasti, kejadian ini jika tidak segera teratasi akan menjadi pil pahit di akhir era SBY. Padahal saya yakin, beliau ingin dikenang sebagai pemimpin yang mengeluarkan kebijakan pro-rakyat. Masih ingatkah ketika beliau menurunkan harga BBM?!
Semoga pemerintahan baru, akan mengambil kebijakan pro-rakyat. Karena Jokowi sendiri di back up oleh parpol yang selalu menolak kenaikan harga BBM. Parpol yang tahun kemarin berjuang habis-habisan menolak kenaikan harga BBM.
Ataukah, si parpol itu nyaring ketika di luar sistem namun melempem ketika di dalam sistem. Entahlah…

Iklan

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: