2015 dan tantangan ACFTA


Hmm…

Tahun 2015 telah tiba. Banyak orang yang telah membuat resolusi untuk menghadapi tahun ini. Rata-rata, itu adalah hasil evaluasi terhadap apa yang mereka lakukan tahun 2014. Dan tahun ini wajib lebih baik daripada tahun kemarin.

wpid-images.jpeg

Sobat pembaca mungkin telah seringkali kali mendengar istilah ACFTA, MEA dan sejenisnya. Nah, tahun ini insyaallah akan diberlakukan. Apa sih MEA? apa sih ACFTA?

In November 2001, ASEAN and China agreed to launch negotiations for an ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). In the following year, ASEAN and China signed the Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and China.

The objectives of this Agreement are to:

(a) strengthen and enhance economic, trade and investment co-operation between the Parties;

(b) progressively liberalise and promote trade in goods and services as well as create a transparent, liberal and facilitative investment regime;

(c) explore new areas and develop appropriate measures for closer economic co-operation between the Parties; and(d)facilitate the more effective economic integration of the newer ASEAN Member States and bridge the development gap among the Parties.

The Agreement on Trade in Goods was signed in 2004 and implemented in 1 July 2005 by the ASEAN countries and 20 July 2005 by China. Under this Agreement, the 6 original ASEAN members and China have to eliminate tariffs on 90% of their products by 2010, while Cambodia, Lao PDR, Myanmar and Vietnam, have until 2015 to do so.

Nah, dari keterangan itu, bisa kita ketahui bahwa ACFTA sudah berlaku sejak tahun 2010. Dan tahun semua negara ASEAN juga ikut bergabung. Ini berarti bahwa persaingan akan semakin ketat. Indonesia sebagai bagian dari ACFTA, wajib menyiapkan SDM dan SDA yang mumpuni agar tidak tergerus oleh SDM dan SDA dari luar negeri.
Presiden kita saat ini, seringkali mencanangkan Revolusi Mental. Dan saya kira ini penting untuk menjaga asa kita di era full ACFTA. Revolusi mental jika dimenej dengan baik (sesuai konsep POAC), maka akan menghasilkan manusia Indonesia yang luar biasa.
Semoga tulisan ringan ini dapat menyadarkan kita bahwa mulai saat ini kita dihadapkan dengan tantangan yang luar biasa. Kita wajib ‘berbareng bergerak’.

Sumber: http://www.fta.gov.sg/fta_acfta.asp?hl=2

Baca Juga:

Iklan

2 Responses to 2015 dan tantangan ACFTA

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: