Belajar bersama si Ghia: pengalaman adalah guru terbaik


Hmm…

Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga di bidang otomotif. Jadi begini, tadi saya sekeluarga pulang dari Malang ke Situbondo dengan menggunakan motuba berjenis Ford Laser Ghia tahun 1986.

wpid-img_20150102_155822_1.jpg

Semula berjalan lancar, namun karena penasaran dengan konsumsi BBM ketika ac nyala, maka ac pun dinyalakan. Masuk Grati Pasuruan, si Ghia overheat. Didinginkan dan bisa nyala kembal. Khawatir overheat lagi, ac dimatikan dan istirahat kembali di SPBU terdekat.
Singkat cerita, masuk daerah Kraksaan, hari mulai gelap. Dan masuk Paiton, hujan turun. Ternyata, mengemudi pada kondisi gelap dan hujan sangat tidak nyaman. Si ghia melaju dikecepatan 40-50 kpj. Tiba-tiba, di daerah Klatakan (tepatnya tikungan di barat hotel Sansui) saya tidak melihat genangan air cukup dalam.

Jresssssss…. Bret bret bret….

Si ghia mogok lagi. Dengan memanfaatkan sisa laju mobil, si ghia pun menepi. Di starter ga mau nyala. Begitu nyala, brebet. Dengan setengah dikopling, posisi si ghia saya perbaiki dan mencari lokasi aman.

Singkat cerita lagi, saudara sepupu datang ke lokasi dan si ghi di geret. Dan tepat jam 00:00, si ghia masuk ke garasi rumah. Perjalanan pulang yang benar-benar melelahkan.

Nah, hikmah dari kejadian ini adalah:

1. Toolkit itu penting, dan saya tidak membawanya, hadewww!
image

Peralatan yang satu ini sifatnya “kecil-kecil cabe rawit”, dimana toolkit yang biasanya terdiri dari perlengkapan mungil seperti lem besi, power glue, lakban, kawal kecil, cable ties, gunting, cutter, obeng minus, obeng plus, kunci (10, 12, 14) dan sebagainya tersebut .sangat berguna untuk mengantisipasi kebocoran oli, kaca pecah, lampu lepas,membuka tutup aki, saringan udara dan sebagainya.

2. Wajib punya nomer mekanik mobil, agar bisa konsultasi.

3. Sentr wajib ada di mobil

Senter sangat diperlukan terutama ketika kendaraan mogok di malam hari, dimana senter merupakan salah satu sumber penerangan yang cukup baik, apalagi saat ini banyak juga tersedia variasi senter untuk kebutuhan di dalam mobil, seperti senter LED yang bateraiya bisa di charge melalui lighter di dalam mobil.
Nah, bagi rekan-rekan pembaca, saya harap tidak mengalami kejadian seperti yang saya alami. Semoga membantu.

 

Baca juga:

[display-posts category=mobil]
Iklan

2 Responses to Belajar bersama si Ghia: pengalaman adalah guru terbaik

  1. awansanblog berkata:

    wah udah beli motuba to kang ulid, baru tahu saya hehe

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: