Mobil murah yang tak murah lagi


Hmm…
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada tahun 2013 telah menerbitkan kebijakan mengenai mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Dalam Permenperin ini disebutkan, industri otomotif yang ingin memproduksi mobil LCGC harus memenuhi berbagai ketentuan, diantaranya mengenai ketentuan konsumsi bahan bakar kendaraan. “Ketentuannya ditetapkan untuk motor bakar cetus api kapasitas isi silinder 980-1200 cc dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) paling sedikit 20 km/liter atau bahan bakar lain yang setara, dan untuk motor bakar nyala kompresi (diesel) kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc dengan konsumsi BBM paling sedikit 20 km/liter atau bahan bakar lain yang setara”. Ketentuan jenis BBM, juga harus memenuhi spesifikasi minimal Research Octane Number (RON) 92 untuk motor bakar cetus api dan Cetane Number (CN) 51 untuk diesel.
Ketentuan teknis lainnya berupa radius putar (turning radius) dan jarak terendah dari permukaan tanah (ground clearance) diatur dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan Permenperin tersebut. Selain itu, juga diatur ketentuan penggunaan tambahan merek, model, dan logo yang mencerminkan Indonesia, serta mengatur besaran harga jual mobil LCGC paling tinggi Rp. 95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek (sumber: kemenperin)
Nah, kabarnya telah dilakukan evaluasi terhadap LCGC. Dan untuk menyesuaikan dengan kurs, inflasi dll, maka pemerintah mengijinkan ATPM untuk menaikkan harga LCGC.

image

Harga produk mobil murah dan ramah lingkungan (low cost & green car/ LCGC) dipastikan bakal naik sekitar 10 persen atau menjadi di atas 100 juta rupiah. Kenaikan ini terjadi karena pemerintah akan mencabut insentif pajak.
Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, mengatakan insentif penurunan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPn- BM) terhadap produsen LCGC tinggal menunggu pengesahan kerangka hukumnya.

“Akhir tahun ini, peraturan presiden mengenai insentif pajak akan dikeluarkan. Kami berharap dengan insentif pajak tersebut peminat produk LCGC terus bertambah,” paparnya.

Kemenperin telah mengeluarkan dua insentif berupa pembebasan bea masuk mesin dan peralatan pabrik yang diberlakukan sejak April dan insentif pembebasan bea masuk impor selama dua tahun bagi produsen mobil murah dan ramah lingkungan yang bahan bakunya harus diimpor. Pada rencana beleid insentif, enam tipe kendaraan yang masuk di dalamnya adalah hybrid, low carbon, fuel cell, diesel advanced, compressed natural gas (CNG), dan biofuel.
Ternyata kini, mobil murah tak lagi murah

contact me:
email : ahmad.maulidi@gmail.com
twitter : @kang_ulid
fb : https://www.facebook.com/ahmad.maulidi.xcders.dbmc

Iklan

6 Responses to Mobil murah yang tak murah lagi

  1. Kluban.net berkata:

    ingat dulu xenia tahun 2004 adalah mobil murah, lalu avanza adalah sidekick kijang lalu innova

    sekarang?
    ——————

    Testride Super Rider http://t.co/xnDHCWq4qH

    Suka

  2. ulin indonesia berkata:

    mending jangan beli mobil aja lah….hehe…

    Suka

  3. Sewa Mobil Jogja berkata:

    Sangat disayangkan jika sekmen LCGC mengalami kenaikan, padahal antusias pasar untuk jenis LCGC baru mulai tumbuh

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: