Antara Jurnalisme dan Kode Etik Jurnalistik


Hmm…

Kewartawanan atau jurnalisme (berasal dari kata journal) mempunyai arti catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, dapat juga diartikan sebagai surat kabar. Journal berasal dari istilah bahasa Latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik.
Di Indonesia, istilah “jurnalistik” dulu dikenal dengan “publisistik”. Dua istilah ini tadinya biasa dipertukarkan, hanya berbeda asalnya.

image

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnalisme yaitu “pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita dl surat kabar dsb; kewartawanan” dan jurnalistik artinya “yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran”.
Dari segi kata, jurnalisme berasal dari kata “jurnal” dan “isme”. Jurnal artinya laporan. Isme artinya paham atau ajaran. Jurnalistik berasal dari kata jurnal dan istik. “Istik” ini artinya “hal ihwal” atau “yang berkaitan dengan…”.
Jadi, arti asli “jurnalisme” adalah “paham jurnal” dan “jurnalistik” adalah “hal-ihwal tentang jurnal”.
Kata jurnalistik berasal dari bahasa Belanda: journalistiek. Maknanya, sama dengan pengertian di atas, yaitu penulisan  dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat.
Sebelumnya, jurnalistik dalam pengertian sempit disebut juga dengan publikasi secara cetak. Kini jenis-jenis jurnalistik meluas menjadi jurnalistik cetak (print jornalism), jurnalistik elektronik (electronic journalism), yakni jurnalistik  radio dan televisi, serta jurnalistik onile (online journalism) atau cyber journalism.
Dewan Pers telah menetapkan sebuah Kode Etik Jurnalistik  melalui Peraturan Dewan Pers Nomor: 6/Peraturan-DP/V/2008 Tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik Sebagai Peraturan Dewan Pers.

Nah, berikut ini adalah Kode Etik Jurnalistik:
Pasal 1
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Pasal 2
Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Pasal 3
Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Pasal 4
Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Pasal 5
Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Pasal 6
Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Pasal 7
Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.

Pasal 8
Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Pasal 9
Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

Pasal 10
Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

Pasal 11
Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Sumber:
http://www.dewanpers.or.id/page/kebijakan/peraturan/?id=513

Baca juga:

contact me:
email : ahmad.maulidi@gmail.com
twitter : @kang_ulid
fb : https://www.facebook.com/ahmad.maulidi.xcders.dbmc

Iklan

7 Responses to Antara Jurnalisme dan Kode Etik Jurnalistik

  1. Rideralam berkata:

    banyak juga kode etiknya

    Suka

  2. Kluban.net berkata:

    kode etik blogger?

    Suka

  3. dari pengertian di atas, blogger termasuk jurnalis, seyogyanya mematuhi kode etik tsb.

    Tapi sayang, yang jurnalis beneran saja kayaknya masih ada yg mengabaikan kode etik ini ya Kang?

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: