Maka, Nikmat Mana yang Akan Aku Ingkari!


Hmm…

Hari ini (sabtu, 9/3/19) kembali diberi nikmat yang luar biasa. Alhamdulillah. Bagaimana tidak, di sini, di Australia, saya bertemu dengan tokoh idola. Selama ini, saya hanya bisa menikmati beliau dari tulisan-tulisan di fanpage, sekarang bisa bertatap muka langsung. Tanpa batas, tanpa sekat. Sungguh satu keberkahan luar biasa.

 

Beberapa waktu lalu, sekitar bulan Oktober, saya memiliki kesempatan untuk bersua dengan beliau. Waktu itu, Universitas Negeri Malang (UM) bekerjasama dengan Monas University mengadakan acara workshop terkait dunia Pop Islam. Salah satu keynote speakernya adalah beliau. Namun sayangnya, tidak bisa berfoto karena pencernaan beliau terganggu, jadi tidak bisa maksimal melayani permintaan berfoto dari peserta.

Nah, kesempatan itu datang lagi. Info dari mas Hakim (pendamping selama pelatihan) merupakan kabar yang menggembirakan. Dia mengatakan bahwa pada hari Sabtu akan diadakan pengajian yang akan dihadiri oleh Beliau. Wah, sungguh kabar luar biasa. Sejak itu, saya berkomitmen untuk hadir. Apalagi, ternyata tempat pengajian berada di rumah salah satu pemateri (mas Deri). Membuat saya tambah semangat. Saya infokan ke temen satu apartemen, mereka pun bersemangat untuk hadir.

Sabtu pagi, kami menghubungi mas Hakim untuk tanya kepastian dan lokasi pengajian. Ternyata dia ingin menjemput kami ke apartemen dengan syarat jika jumlah yang ikut maksimal 4 orang. Japri temen-temen yang mau hadir, eh mereka berhalang hadir, akhirnya kami hanya berempat. Namun, agar tidak terlalu merepotkan Mas Hakim, kami sepakat untuk jalan kaki ke Monash University, baru setelah itu mengabarinya.

Singkat cerita, kami tiba di rumah Mas Deri. Sambutan luar biasa kami rasakan dari tuan rumah dan peserta pengajian lainnya. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh di Monash University. Ternyata ini pengajian rutin tiap bulan yang diadakan secara bergiliran. Sesampai di sana, kami baru tahu jika pengajian kali ini juga untuk mendoakan 4 bulan kehamilan istri mas Deri. Wah, selamat dan sukses mas, semoga kelak, putranya menjadi anak terbaik. Dan, kami sempat minder, karena peserta lain, rata-rata membawa sesuatu baik berupa makanan maupun minuman. Maafkan kami atas ketidaktahuan ini, mas Deri.

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu tiba. Keramahan luar biasa beliau tunjukkan. Tanpa batas, tanpa sekat.

Beliau adalah Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA, PhD  (gus Nadir). Selain sebagai dosen tetap di fakultas Hukum Monash University, juga sebagai Rais Syuriah NU Australia & New Zealand.

Terima kasih atas ilmunya.

Alhamdulillah.

*Clayton North, Vic

** 09 Maret 2019

Iklan

2 Responses to Maka, Nikmat Mana yang Akan Aku Ingkari!

  1. […] hal yang saya amati di Melbourne, Australia. Banyak hal menarik, berbeda dari dimana saya tinggal selama ini dan besar kemungkinan bisa […]

    Suka

  2. […] pendamping kami), dan beberapa mahasiswa lainnya (yang kebetulan kami bertemu ketika kamar 310 ikut pengajian gus nadir). Ikut nimbrung. Ngobrol-ngobrol. Sambil menikmati suasana […]

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: