Memang benar Individualistik, tapi …


[Senyum]

Hi!

Good Morning! 

Good Afternoon!

Good evening!

Good Night!

How are You!

Sorry…!

……………….

Yup, Senyum, Sapa, Salam, dan Maaf, adalah tindakan dan ucapan yang seringkali saya jumpai di sini. Awalnya saya kaget, bagaimana tidak, persepsi awal saya tentang negeri ini adalah orangnya cuek, egois, mementingkan diri sendiri dan hal-hal jelek lainnya.

Setelah berada di sini, merasakan sendiri dan melihat sendiri, saya sadar bahwa itu salah namun ada benarnya juga. Lah, maksudnya?

Jadi begini, orang sini untuk urusan yang bersifat privat atau pribadi, mereka tidak mau diganggu. Dengan kata lain, “kamu boleh jungkir balik, asal tidak mengganguku, ga masalah”. Hak-hak individu amat dihargai di sini.

Pernah diawal, mungkin baru sehari di sini. Kami gaptek urusan menggunakan kompor dan mesin cuci+pengering. Maklum, kami berempat (1 ruangan) laki-laki semua dan mesinnya semua asing. Akhirnya kami minta bantuan ke ibu-ibu di kamar lain untuk mengajari kami cara menyalakan kompor, mesin cuci dan pengering. Kebiasaan sehari-hari terbawa, ketika ibu-ibu menjelaskan, kami lupa tidak menutup pintu kamar. Langsung dah, penghuni kamar sebelah, marah-marah, nunjuk-nunjuk, gebrak pintu. Intinya dia merasa terganggu dengan suara kami.

Namun, selain sisi itu, ada sisi lain dari masyarakat sini yang menarik yaitu mereka seringkali melakukan Senyum, Sapa, Salam, dan Maaf. Hampir tiap hari ketika melewati lobi apartemen, kami selalu di sapa oleh petugas, bahkan oleh orang penyewa apartemen lainnya (di luar rombongan kami). Tiap pagi, ketika menunggu kendaraan jemputan ke Monash university, ketika ada orang lewat di depan kami, mereka selalu melakukan itu. Ketika di kampus pun juga sama.

Dan, intensitas terbanyak adalah mereka seringkali mengucapkan kata “maaf”. Nyenggol sedikit aja, “sorry!”. Mereka menghalangi jalan kami, langsung bilang “sorry!”. Minta ijin mau lewat, “sorry!”. Minta ijin mau duduk disebelah kita ketika di transportasi publik, “sorry!”.

Saya kira hal-hal positif seperti ini sangat layak untuk ditiru. Paling tidak, diri ini yang melakukannya.

 

*Clayton North

** 21 Maret 2019

 

Iklan

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: