Ternyata saya belum bisa menulis


Ternyata saya belum bisa menulis.

Dua minggu terakhir ini, saya ada proyek menulis rame-rame. Dengan semangat 45, ku mulai menulis. Sebelumnya, sudah kupersiapkan konsepnya. Di kepala penuh dengan konsep-konsep, kerangka tulisan. Buka laptop. Judul sengaja belum ditulis. Apa kata nanti aja. Paragraf pertama sesuai konsep. Paragraf kedua sesuai konsep. Paragraf ketiga, waduh mulai terhenti. Semua yang di kepala lari entah ke mana. Terhenti semenit, sejam, sehari hingga berhari-hari. Gawat nih. Padahal deadline makin dekat. Hanya 2 minggu saja. Ampun dah.

Kejadian seperti itu, sering kali saya alami. Pernah juga, dengan semangat berkobar-kobar ingin membuat buku. Isinya adalan kumpulan tulisan dari blog ini. Siapa tau ada yang khilaf dan ingin mrmbacanya. Sama dengan di atas. Konsep ada. Start sudah bagus. Artikel-artikel yang menurutku tidak ketinggalan jaman, sudah dikumpulkan. Bahkan sesuai tema. Begitu masuk tahap benah-benah alias editing. Terhenti. Sudah 5 tahjn terbengkalai. Amoun dah.

Pernah juga, dengan semangat berapi-api ingin melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Perlahan-lahan mulai ku konsep. Apa yang akan diteliti. Apa yang harus disiapkan. Kelas mana. Materi mana. Perangkat yang bagaimana. Semua sudah ku siapkan. Bahkan sudah meminta ijin ke kepala sekolah. Dan diijjnkan. Horeee. Proposal ku buat. Alhamdulillah lancar. Kegiatan pembelajaran sudah dilakukan. Data-data sudah ada. Dan, terhenti sampai di sini, sodara-sodara. Karena banyaknya data, bingung mau dimulai darimana. Akhirnya terhenti. Dan sudah sekitar 4 tahun berselang. Bahkan sudah ganti kepala sekolah. Ampun dah.

Dulu, dalam nge-blog, terpacu oleh rekan-rekan blogger lain. Satu hari, satu artikel. Targetnya 1000 artikel. Hampir setahun, berjalan lancar. Setelah “bWAdai melanda” (istilah kami karena word-ads diblokir, hehhe) semangat itu luntur. Bahkan sempat gantung keyboard. Hampir 3 tahun blog ini terbengkalai. Mirip zombie. Masih gerak-gerak, tapi roh nya ga ada. Ampun dah.

Ternyata saya belum bisa menulis.
Maka dari itu, saya salut dengan seseorang yang bisa menulis. Karena dengan menulis, dia telah mencetak sejarah nya sendiri.

Siapa saja, ajari menulis donk!!!

Iklan

One Response to Ternyata saya belum bisa menulis

  1. suzanwo75 berkata:

    Siapkan pensil atau pulpen.. Dan mulailah menulis….

    Suka

Silahkan Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: