Ternyata saya belum bisa menulis

10/04/2019

Ternyata saya belum bisa menulis.

Dua minggu terakhir ini, saya ada proyek menulis rame-rame. Dengan semangat 45, ku mulai menulis. Sebelumnya, sudah kupersiapkan konsepnya. Di kepala penuh dengan konsep-konsep, kerangka tulisan. Buka laptop. Judul sengaja belum ditulis. Apa kata nanti aja. Paragraf pertama sesuai konsep. Paragraf kedua sesuai konsep. Paragraf ketiga, waduh mulai terhenti. Semua yang di kepala lari entah ke mana. Terhenti semenit, sejam, sehari hingga berhari-hari. Gawat nih. Padahal deadline makin dekat. Hanya 2 minggu saja. Ampun dah.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Balada Gado-gado: sebuah kisah gado-gado

06/04/2019

Gado-gado.

Merupakan makanan khas dari Betawi. Campuran antara lontong, kecambah, tahu, telor, sayuran, kentang, dan emping mlinjo yang dibaluri bumbu kacang. Yummi. Betapa makanan ini menggugah selera.

Setelah dua minggu berada di Melbourne, akhirnya saya menemukan makanan ini. Berada di sebuah warung di dekat Queen Victoria Market. Dan saya tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, mengapa berada di Queen Victoria Market, hehehhe.

Baca entri selengkapnya »


Memang benar Individualistik, tapi …

21/03/2019

[Senyum]

Hi!

Good Morning! 

Good Afternoon!

Good evening!

Good Night!

How are You!

Sorry…!

……………….

Yup, Senyum, Sapa, Salam, dan Maaf, adalah tindakan dan ucapan yang seringkali saya jumpai di sini. Awalnya saya kaget, bagaimana tidak, persepsi awal saya tentang negeri ini adalah orangnya cuek, egois, mementingkan diri sendiri dan hal-hal jelek lainnya.

Setelah berada di sini, merasakan sendiri dan melihat sendiri, saya sadar bahwa itu salah namun ada benarnya juga. Lah, maksudnya?

Baca entri selengkapnya »


Nenek Wendy & Sisi Kemanusiaan Warga Melbourne

17/03/2019

Hmm…

Pada hari Jumat (15/3) telah terjadi penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, New Zealand, setelah sholat Jumat. Pelakunya segera tertangkap, bahkan sekarang sudah proses persidangan. Sesaat setelah kejadian, PM New Zealand langsung mengadakan konferensi pers mengutuk keras serangan teroris tersebut.

Tadi pagi, ketika menunggu bus, ada mobil yg berhenti. Pengemudinya seorang nenek. Kemudian dia datang menghampiri kami dan bilang “Saya kristen. Saya turut berduka cita serta prihatin atas kejadian di New Zealand. Sungguh itu perbuatan biadab. Saya mendoakan para korban”.

Selengkapnya lihat video berikut: Baca entri selengkapnya »


Situbondo memilih: ketegangan mulai muncul

09/12/2015

Meneruskan artikel sebelumnya (pertarungan 3 kyai besar).
Hari ini sangat mendebarkan. Entah mengapa sayapun terbawa suasana. Padahal saya bukan tim pemenangan dari salah satu paslon loh. Bahkan alam pun mencoba berdamai dengan memberikan suhu di bawah rata-rata. Sejuk. Baca entri selengkapnya »


Situbondo menjelang Pilbup 2015: sebuah catatan

07/12/2015

Hmm…
Rabu besok (9/12), Indonesia akan melaksanakan Pilkada serentak. Salah satu daerah yang menyelenggarakan adalah Kabupaten Situbondo. Terdapat 3 pasangan cagub-cawagub yang akan memperebutkan orang nomer 1 di kabupaten Situbondo.

image

Baca entri selengkapnya »


Suluk Linglung: Bramara Ngisep Sari, Pupuh I Dhandhanggula

13/02/2015

Hmm…
Sejarah membuktikan bahwa Islam masuk ke nusantara dengan jalur damai. Diawali dengan interaksi antar pedagang, lambat laun, Islam masuk ke kehidupan masyarakat nusantara. Selanjutnya, Islam disebarkan ke seantero negeri.
Di pulau Jawa sendiri, ada 9 wali (sebenarnya sangat banyak loh) yang secara estafet menyebarkan agama Islam. Mereka tetap menggunakan jalan damai. Akulturasi budaya pun terjadi. Tak terkecuali Sunan Kalijaga. Beliau pun menggunakan cara-cara damai dalam menyebarkan Islam.
Nah, kali ini saya akan membeberkan salah satu ajaran/wejangan Sunan Kalijaga (syeh Melaya) yang berupa tembang macapat. Suluk Linglung namanya. Namun, tentunya secara bertahap.
Mari kita kaji bersama-sama!

BRAMARA NGISEP SARI
(KUMBANG MENGHISAP MADU)
PUPUH I
DHANDHANGGULA

Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: