Nusantara, aku (akan) kembali

22/03/2019

Waktu menunjukkan pukul 23.47 waktu Melbourne. Hampir tengah malam. Suasana masih meriah. Penuh aktifitas. Padahal kami berada di penghujung waktu berada di negeri ini.

32 guru peserta diklat ke Luar Negeri melalui jalur PPPPTK PKn & IPS sedang dalam kesibukan masing-masing. Namun saya yakin, dipikiran mereka hanya ada satu, yaitu sebentar lagi akan kembali ke Nusantara.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Di sana tempat lahir beta: Nasionalisme atau rindu?

22/03/2019

Mungkin ketika anda membaca postingan ini, saya sedang dalam perjalanan kembali ke Nusantara. Tiga minggu sudah saya meninggalkan Nusantara.

Di sana, tempat lahir beta. Salah satu kalimat di lagu Indonesia Pusaka.

Baca entri selengkapnya »


Bye bye PTV, & Optus

22/03/2019

Beberapa jam ke depan, kami akan meninggalkan negeri kanguru ini. Tunai sudah kewajiban kami menimba ilmu di negeri ini. Walaupun hanya sekejap mata, banyak ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan.

Tiga minggu lalu, diawal kedatangan, saya membeli kartu perdana Optus. Memang sih, di sini banyak sekali spot wifi, namun demi kelancaran komunikasi terutama dengan keluarga di rumah, saya membeli kartu ini.

Optus dipilih bukan karena apa, namun karena memang hanya provider itu yg kami tau. Itupun ditunjukkan oleh pembimbing kami selama di sini. Harganya murah (kata orang sini) hanya Au$ 30 untuk paket kartu dg isi 30gb/1bln.

Baca entri selengkapnya »


Saatnya kita berkemas-kemas

22/03/2019

Tak terasa, hampir 3 pekan kami berada di negeri ini. Satu negeri yang besar, terutama dari segi luas wilayahnya. Bagaimana tidak, negeri ini meliputi satu benua. Negeri ini, khas dengan hewan kanguru. Negeri ini bernama Australia.

Tak terbayangkan sebelumnya, bahwa saya akan menginjakkan kaki ke negeri ini. Dalam mimpi pun tidak. Namun, jika Tuhan telah menetapkan, segala pasti terjadi. seperti mimpi, tiba-tiba dihubungi untuk mengikuti pelatihan di luar negeri. Semua terjadi tiba-tiba. Terima kasih PPPPTK PKn & IPS yang telah memberi kesempatan ini. Baca entri selengkapnya »


Memang benar Individualistik, tapi …

21/03/2019

[Senyum]

Hi!

Good Morning! 

Good Afternoon!

Good evening!

Good Night!

How are You!

Sorry…!

……………….

Yup, Senyum, Sapa, Salam, dan Maaf, adalah tindakan dan ucapan yang seringkali saya jumpai di sini. Awalnya saya kaget, bagaimana tidak, persepsi awal saya tentang negeri ini adalah orangnya cuek, egois, mementingkan diri sendiri dan hal-hal jelek lainnya.

Setelah berada di sini, merasakan sendiri dan melihat sendiri, saya sadar bahwa itu salah namun ada benarnya juga. Lah, maksudnya?

Baca entri selengkapnya »


Nenek Wendy & Sisi Kemanusiaan Warga Melbourne

17/03/2019

Hmm…

Pada hari Jumat (15/3) telah terjadi penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, New Zealand, setelah sholat Jumat. Pelakunya segera tertangkap, bahkan sekarang sudah proses persidangan. Sesaat setelah kejadian, PM New Zealand langsung mengadakan konferensi pers mengutuk keras serangan teroris tersebut.

Tadi pagi, ketika menunggu bus, ada mobil yg berhenti. Pengemudinya seorang nenek. Kemudian dia datang menghampiri kami dan bilang “Saya kristen. Saya turut berduka cita serta prihatin atas kejadian di New Zealand. Sungguh itu perbuatan biadab. Saya mendoakan para korban”.

Selengkapnya lihat video berikut: Baca entri selengkapnya »


Mengunjungi ‘Gua”, lanjut buat Mesin: Tantangannya mendebarkan

15/03/2019

Hmm…

Pengalaman baru senantiasa bertambah tiap hari. Para pemateri di Monash University senantiasa, dengan terbuka, berbagi ilmu mereka.

Hari ini, kegiatan kami berada di New Horizon Building. Kegiatan pertama kami adalah mengunjungi Monash CAVE 2. Awalnya kami bertanya-tanya, apakah itu? Apakah kami akan diajak menelusuri Goa (Cave=Goa)? Memangnya di Monash ada gua? Jangan-jangan gua buatan? atau itu banker bawah tanah? kemudian kita dilepas di sana dan disuruh cari jalan keluar sendiri. Makin menarik. Kami bertanya pada pembimbing, mereka hanya tersenyum. Wah, makin penasaran nih. Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: