Siaran Pers! Rekomedasi AGSI untuk mapel Sejarah di SMK

26/09/2019

Selasa, 24 September 2019, AGSI bekerjasama dengan Pasca Sarjana UNJ berhasil menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Quo Vadis Mata Pelajaran Sejarah di SMK”.


Inilah hasil seminar tersebut, berupa siaran pers oleh Presiden AGSI, Sumardiansyah Perdana Kesuma. Baca entri selengkapnya »


Posisi Kurikulum 2013 dan KTSP 2006 pada Satuan Pendidikan

29/12/2014

Hmm…
Kawan-kawan guru sampai saat ini masih baingung akan kelangsungan kurikulum 2013. Bahkam tidak hanya guru, hampir seluruh masyarakat juga kebingunan. Bagaimana tidak, kurikulum yang hanya baru seumur jagung ini sudah dihentikan.
Kebingungan ini terjadi karena kesimpang siuran informasi yang diperoleh masyarakat. Nah, saya akan mencoba untuk membantu memberikan informasi secara jelas nan akurat.
image

Baca entri selengkapnya »


Kurikulum 2013 resmi dihentikan, berikut surat edaran resmi dari Kemdikbud

06/12/2014

Hmm…

Sekitar 14 jam yang lalu, fanspage Kementerian Pendidikan & Kebudayaan mem-posting surat edaran tentang pelaksanaan Kurikulum 2013. Dalam surat yang ditandatangani oleh Anies Baswedan ini, disebutkan tentang penghentian penerapan Kurikulum 2013 bagi sekolah yang baru menerapkan selama 1 semester. Sementara bagi sekolah yang telah menerapkan selama 3 semester, tetap dan atau boleh kembali ke KTSP 2006 jika sekolah menginginkannya.

Berikut ini adalah isi surat edaran lengkap… Baca entri selengkapnya »


[Seri Guru] Silabus Sejarah Indonesia SMA/SMK Kelas X

23/02/2014

Hmm…

Khusus bagi bapak/ibu guru pengajar Sejarah Indonesia kelas X. JIka membutuhkan SILABUS Sejarah Indonesia SMA/SMK, silahkan DOWNLOAD di tautan berikut ini: Baca entri selengkapnya »


Maaf! Sekolah tidak Sanggup Mengontrol Pergaulan Siswa di Luar Sekolah

05/12/2013

Hmm…
Setidaknya 2 kurikulum terakhir, menekankan pentingnya pendidikan karakter bangsa. Penanaman sikap dan pola pikir yang berkarakter kebangsaan adalah titik tekannya. Mulai dari tanggungjawab, bekerjasama, disiplin hingga menghargai orang lain adalah poin-poinnya.
Pendidikan karakter bangsa semakin di tonjolkan dalam kurikulum 2013.
Sekolah sebagai stakeholder pendidikan, harus mampu menerjemahkan keinginan pemerintah pusat ke dalam program sekolah. Berbagai program dicanangkan dan tiap sekolah pasti mempunyai program unggulan masing-masing. Misalnya di SMK Negeri 1 Suboh, program unggulan terkait pendidikan karakter bangsa adalah diklat 4 pilar kebangsaan bekerjasama dengan dodiklatpur Rindam/v Brawijaya; pembentukan tim karakter yang bertujuan untuk menegakkan, melaksanakan dan meng-evaluasi tata tertib siswa.
Dua program tersebut berlaku secara umum. Sementara di setiap program studi juga mempunyai program mereka masing yang berhubungan dengan pendidikan karakter.
Saya yakin tiap sekolah di Indonesia berusaha untuk memberikan yang terbaik. Demi kemajuan dan kelestarian Indonesia. Namun sayangnya, ketika sekolah sudah berusaha maksimal untuk merubah sikap dan pola pikir siswa ke arah lebih baik, ternyata di rumah (keluarga) kurang mendapat perhatian. Sehingga semua yang dilakukan sekolah sia-sia. Banyak siswa yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari keluarga. Seharusnya agar program pemerintah dan sekolah serta harapan keluarga berjalan baik, maka keluarga, sekolah dan pemerintah haruslah ber-sinergi. Jika tidak, maka program itu akan berjalan pincang.
Sekolah hanya mampu mengontrol selama siswa berada di sekolah. Sementara ketika di luar sekolah, keluargalah yang harus mengontrol. Bukannya malah berkata, ‘anak saya disekolahkan karena kami sudah tidak kuat lagi!’. Lah, keluarga aja sudah menyerah apalagi sekolah?.
Keluarga harus mampu untuk mengontrol pergaulan si anak. Karena, anak usia sekolah itu labil. Salah ber-gaul sekali saja, sulit untuk merubahnya kembali.
Tulisan ini, bukan berarti untuk sarana sekolah ‘cuci tangan’ loh. Namun, agar kita semua sadar bahwa antara sekolah dan keluarga harus terjalin kerjasama yang apik.
Contoh kasus… Baca entri selengkapnya »


Diklat 4 Pilar Kebangsaan di DODIKLATPUR Rindam V/Brawijaya: Banggalah Menjadi Bagian dari SMKN 1 Suboh, Situbondo

20/09/2013

Hmm…

Akhirnya berakhir sudah…

Perjuangan siswa-siswi SMKN 1 Suboh, Situbondo, dalam diklat 4 Pilar Kebangsaan di DODIK LATPUR Rindam V/Brawijaya, selama 5 hari (srtikel sebelumnya klik di sini) telah usai. Mereka telah digembleng dan ditempa di ‘kawah candradimuka’. Dengan kondisi penerapan displin tinggi, ternyata mereka mampu bertahan.

Mungkin banyak yang heran, mengapa kok militer? apakah akan disamakan dengan siswa prajurit (tentara)?

hehehhe…

Kami berkesimpulan bahwa tingkat kediplinan siswa dan rasa nasionalisme masih sangat kurang. Diharapkan dengan diklat di ‘barak militer’, kedisplinan dan rasa nasionalisme mereka akan tergugah, terpacu dan terpecut. Dan, perlu diketahui bahwa walaupun berada di ‘barak militer”, pembina dan pelatih dari militer, mereka sangat profesional kok. Pembina & Pelatih sangat bisa memilah mana untuk siswa/pelajar sipil dan seperti apa untuk siswa prajurit.

Ternyata, SMKN 1 Suboh, merupakan pelopor sekolah di Situbondo yang bekerja sama dengan Rindam V/Brawijaya. Di SMKN 1 Suboh, diklat 4 Pilar Kebangsaan wajib ditempuh oleh seluruh siswa kelas XI dan merupakan syarat wajib bagi siswa yang akan menempuh prakein/PSG/magang. Di tahun ini, kami memberangkat 180 siswa-siswi. Sementara, di sekolah lain di Situbondo, biasanya hanya untuk kalangan tertentu saja, misalnya LDK pengurus OSIS, atau pun Pramuka.

Oke, bagaimana serunya hari-hari terakhir di barak?! biarlah foto yang berbicara….

sedang melakukan penyamaran

sedang melakukan penyamaran

melintasi tali...

melintasi tali…

merayap di tali... smangat...

merayap di tali… smangat…

ternyata melintasi jaring pendarat itu sulit...

ternyata melintasi jaring pendarat itu sulit…

 

uji nyali di Peluncuran

uji nyali di Peluncuran

siswa bisa, guru pun ga' mau kalah, hehehe

siswa bisa, guru pun ga’ mau kalah, hehehe

hehehe... habis meluncur, narsis dulu ah...

hehehe… habis meluncur, narsis dulu ah…

Persiapan Apel Api Unggun malam harinya...

Persiapan Apel Api Unggun malam harinya…

Api kita sudah menyala...

Api kita sudah menyala…

??????????????????????????????????????????????????????????????

Apel api Unggun wajib tetap khidmat...

Apel api Unggun wajib tetap khidmat…

Pemimpin Apel on fire...

Pemimpin Apel on fire…

Guru n Pelatih di depan Kompi B DIKTUKBA

Guru n Pelatih di depan Kantor Kompi B DIKTUKBA

Gladi bersih Upacara Penutupan... Rapiiiii banget...

Gladi bersih Upacara Penutupan… Rapiiiii banget…

Usai sudah…

Saya yakin, para siswa saat ini (20/9 malam), pasti masih teringat dengan barak mereka. Itu adalah kenangan yang tak akan terlupakan. Karena, suasana seperti itu, hanya akan terjadi sekali seumur hidup, tidak akan terulang kembali.

Banggalah kalian sebagai siswa-siswi SMKN 1 Suboh. Ceritakan pada teman-temanmu dari sekolah lain (dengan bangga) tentang diklat ini. Ingat, SMKN 1 Suboh adalah pelopor kegiatan seperti ini di Situbondo.

Ini adalah sebuah kisah klasik untuk masa depan (kutipan lagunya ‘so7’).

Kita jumpa lagi di tahun mendatang ya… okay!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Diklat 4 Pilar Kebangsaan di DODIKLATPUR Rindam V/Brawijaya: Kenangan yang Tak Terlupakan

18/09/2013

Hmm..

Alhamdulillah,

Kali ini saya berkesempatan untuk meliput langsung kegiatan yang diadakan oleh SMKN 1 Suboh. Kegiatan ini adalah DIKLAT 4 PILAR KEBANGSAAN SMKN 1 Suboh, yang diadakan di DODIKLATPUR RINDAM V/Brawijaya, Awar-awar, Situbondo, yang berlangsung selama 5 hari (sekarang hari ketiga). Ini adalah kali kedua dan insyaallah akan dijadikan agenda rutin tahunan sebagai syarat untuk mengikuti prakerin. Diklat ini berlangsung mulai tanggal 16 – 20 September 2013. Kegiatan ini masuk ke agenda tahunan Tim Karakter SMKN 1 Suboh.

Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu (klik di sini). Siswa, diberi sedikit pengetahuan tentang kehidupan militer. Kedisiplinan ala militer pun diterapkan. Gunanya untuk membentuk karakter dan mental siswa. JIka sebelumnya lembek, cengeng dan manja, maka diharapkan setelah kegiatan ini mereka menjadi siswa yang berkepribadian tangguh, bertanggung jawab dan penuh disiplin. Jika sebelumnya mereka siswa yang tidak bisa menghargai orang lain, kurang bertanggungjawab dan malas. Maka, diharapkan setelah digodok di sini (DODIKLATPUR), mereka berubah ke arah yang lebih positif.

Untuk mengetahui kegiatan ini lebih lanjut, biarlah foto yang berbicara, hehehhehe…

salah satu sudut DODIKLATPUR awar-awar

salah satu sudut DODIKLATPUR awar-awar

siswa baru tiba, pembentukan kompi dan peleton

siswa baru tiba, pembentukan kompi dan peleton

pemaparan kegiatan (jadwal kegiatan sepenuhnya dibuat Pelatih)

pemaparan kegiatan (jadwal kegiatan sepenuhnya dibuat Pelatih)

Apel makan siang

Apel makan siang

Persiapan Apel Penyambutan Siswa

Persiapan Apel Penyambutan Siswa

Guru-guru juga semangat ikut Apel Penyambutan Siswa

Guru-guru juga semangat ikut Apel Penyambutan Siswa

Apel Penyambutan Siswa dipimpin oleh Paur Ops, Kapten Athin

Apel Penyambutan Siswa dipimpin oleh Paur Ops, Kapten Athin

Apel Penyambutan

Apel Penyambutan

Penyematan tanda Siswa Diklat 4 Pilar Kebangsaan

Penyematan tanda Siswa Diklat 4 Pilar Kebangsaan

Persiapan Apel Pagi hari ke-2

Persiapan Apel Pagi hari ke-2

Apel pagi hari ke-2

Apel pagi hari ke-2

Apel malam

Apel malam

Materi Kepemimpinan

Materi Kepemimpinan

Siswa tetap semangat mengikuti Materi Kepemimpinan

Siswa tetap semangat mengikuti Materi Kepemimpinan

Dilanjutkan dengan Materi Navigasi Darat

Dilanjutkan dengan Materi Navigasi Darat

Belajar di alam, menyimak Materi Navigasi Darat

Belajar di alam, menyimak Materi Navigasi Darat

Gimana? seru bukan!?

Itu hanya sekelumit kegiatan loh, riilnya jauh lebih mengasikkan….


%d blogger menyukai ini: